Berita Utama

Kilas Balik Berita Viral Daerah Sepanjang 2018

KORANBANJAR.NET Sepanjang tahun 2018, ada beberapa peristiwa dan kejadian penting yang menjadi berita viral di koranbanjar.net. Mulai dari adanya seorang wanita yang mengurung diri dalam kelambu hingga usia 67 tahun, video ceramah Ustadz Subhan Bawazier yang dinilai telah menghina guru sekumpul, hilangnya uang penumpang dalam bagasi pesawat Lion Air, penemuan ular king kobra yang dipercaya warga sebagai ular sedang bertapa, hingga beberapa kasus kriminal lainnya, termasuk peristiwa pembunuhan yang berbau mistis.

Berikut kilas balik beritanya yang dirangkum koranbanjar.net secara singkat (baca juga: Melihat Kembali 5 Peristiwa Penting Sepanjang Tahun 2018).

11 Juli 2018: Aneh! Wanita ini Mengurung Diri Dalam Kelambu hingga Usia 67 Tahun

Saudari tertua Acil Isah, Arminah, sedang duduk di luar kelambu Acil Isah, Rabu (11/7). (Foto: dny/koranbanjar.net)

Wanita yang mempunyai nama lengkap Siti Aisah, warga Jalan AES Nasution, Komplek Asrama Kodim (Asdim) 1005 Marabahan, RT 17, RW 1, Kelurahan Marababahan Kota, Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini, terbilang mempunyai kebiasaan yang sangat aneh. Betapa tidak, ia mempunyai kebiasaan mengurung diri dalam sebuah kelambu khusus berwarna kuning hingga puluhan tahun lamanya.

Bahkan, diakui wanita yang lebih dikenal dengan sapaan Acil Isah ini, kebiasaan mengurung diri pada sebuah kelambu yang berada di kamar rumahnya itu sudah dilakukannya semenjak ia berusia 2,5 tahun hingga pada usianya mencapai 67 tahun seperti saat ini.

Lebih dari itu, Acil Isah pun tidak ingin dirinya dilihat secara langsung maupun tidak langsung oleh orang lain.

Bukan tanpa alasan, diceritakan wanita asli kelahiran Marabahan ini, hal itu dilakukannya karena dia adalah seorang wali.

“Ini sudah janji saya kepada Allah,” ucapnya singkat dari dalam kelambu, saat dikunjungi koranbanjar.net di rumahnya, Rabu (11/7/2018).

Ditambahkan oleh saudari tertua Acil Isah, Arminah (88), pernah pada suatu hari sebelumnya mereka dikunjungi seorang pria berkebangsaan Arab Saudi.

“Untuk tujuannya kemari kami tidak bisa menceritakannya, itu rahasia orang. Yang jelas orang Arab itu datang ke sini untuk meminta sesuatu hal dan didampingi oleh seorang penerjemah bahasanya. Selain pria dari Arab itu, warga dari Jawa pun sering datang ke sini,” kata Arminah yang tinggal serumah bersama Acil Isah.

12 Juli 2018: Dinilai Telah Menghina Guru Sekumpul, Habib Hanafi Cetuskan Petisi

Pembubuhan tanda tangan petisi, di Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kamis (12/7).(Foto: leo/koranbanjar.net)

Akibat dinilai telah melakukan penghinaan dalam tausiahnya pada sebuah video yang beredar di media sosial terhadap almarhum tokoh ulama Kalsel, KH Zaini Ghani, atau yang lebih dikenal dengan gelar Guru Sekumpul, Ustadz Subhan Bawazier diajak tabayun oleh Habib Hanafi Bahasyim dalam tempo 3 x 24 jam.

BACA JUGA  Karhutla Terjadi di Mana-mana, tak Satu Pun Pelaku yang Bisa Dibuktikan

Namun, setelah ditunggu dalam tempo 3 x 24 jam, Ustadz Subhan Bawazier tak juga memberikan tanggapan terkait ajakan tabayun oleh Habib Hanafi tersebut.

Menyikapi hal itu, maka Habib Hanafi memanggil Ustadz Subhan untuk dapat berhadir dalam acara ramah tamah dan silaturahmi antar ulama, umara dan jamaah serta muhibbin ahlussunah wal jamaah (Aswaja) yang digelar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kamis (12/7/2018).

“Salam hormat, salam cinta dan salam santun dari saya untuk saudara kita seiman dan sebangsa, yaitu saudara Subhan Bawazier. Dalam sentuhan kasih sayang dan cinta, saya berharap saudara Subhan Bawazier bisa berhadir di sini,” tutur Habib Hanafi Bahasyim dalam silaturahmi antar ulama tersebut.

Akan tetapi, hingga acara berakhir, Ustadz Subhan Bawazier yang ditunggu-tunggu kedatangannya tidak juga hadir. Hal ini membuat Habib Hanafi Bahasyim menempuh langkah petisi dengan pembubuhan tanda tangan para jamaah ke selembar kain sepanjang 15 meter sebagai bentuk pernyataan sikap keberatan atas perkataan dari Ustadz Subhan Bawazier yang mereka nilai telah menghina Guru Sekumpul.

“Kami sudah memberikan waktu 3 x 24 jam kepada saudara Subhan Bawazier untuk melakukan tabayun, tetapi karena yang bersangkutan sampai detik ini tidak datang, maka kami terpaksa menempuh langkah petisi,” kata Habib Hanafi.

Pada acara tersebut, Habib Hanafi menyerukan kepada umat muslim, agar menjaga perdamaian sesama umat muslim dan tidak mudah terpancing atas cacian dan hinaan apapun yang dilakukan dari pihak manapun terhadap ulama, termasuk fitnahan yang datang dari Ustadz Subhan Bawazier.

Dalam wawancaranya kepada koranbanjar.net, Habib Hanafi menjelaskan, tujuan acara ini dilaksanakan demi menjaga agar di kemudian hari tidak lagi terjadi penghinaan terhadap ulama (baca juga: Ini Perkataan Ustadz Subhan Bawazier yang Dinilai Menghina Guru Sekumpul). “Ini tidak hanya berlaku pada salah satu ulama saja, tetapi, jika fitnah ini terulang kembali terhadap ulama yang sama, atau terjadi pada ulama yang lain, khususnya dari kalangan Aswaja, maka petisi ini berfungsi untuk memperkuat kapasitas jamaah,” ujarnya.

Acara ini dihadiri ribuan jamaah yang tak hanya datang dari berbagai daerah di Kalimantan saja, namun juga turut dihadiri oleh para jamaah yang datang dari luar Kalimantan seperti dari Pulau Jawa dan Sumatera.

BACA JUGA  SADIS! Bainah Disembelih, Berikut Kronologis Lengkapnya

22 Oktober 2018: Uang Jutaan Hilang di Pesawat, Maskapai Lion Air: Ini Bukan Kali Pertama

Foto Ilustrasi: Sayap pesawat Lion Air. (Foto: net)

Dua orang penumpang pesawat Lion Air jurusan Bali-Banjarmasin, yang sempat transit di Surabaya, kehilangan uang dari tas mereka masing-masing yang dititipkan di bagasi pesawat.

Diduga, pelaku pencurian uang tersebut dilakukan oleh oknum porter maskapai.

Salah satu penumpang pesawat yang menjadi korban pencurian barang bagasi, Muhammad Amin, mengaku kecewa terhadap pelayanan maskapai Lion Air yang tidak menjamin keamanan barang bawaan penumpangnya.

“Saya kaget pas ngecek tas saya, ternyata uang Rp 2 juta dalam amplop putih yang diselipkan dalam kantong tas depan hilang, selain itu dua bungkus rokok juga hilang. Saya sangat kecewa terhadap pelayanan Lion Air,” keluhnya.

Sedangkan korban lainnya, Sairi, warga Martapura, mengaku kehilangan uang senilai Rp 750 ribu, celana dan rokok.

Atas kejadian ini, pihak maskapai Lion Air, Fahmi Haerani, berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kita akan lakukan invetegasi dahulu dan hasil investegasi akan bisa diketahui satu pekan selanjutnya,” uajrnya.

Yang cukup mengherankan, Fahmi membeberkan, kejadian ini bukan kali ini saja terjadi.

24 November 2018: Heboh! Warga Anjir Temukan Ular Kobra yang Sedang Bertapa

SEDANG BERTAPA – Karena tidak kemana-mana selama 3 tahun lebih, ular king kobra ini diyakini warga Handil Cempaka sedang bertapa. (Foto: ist/koranbanjar.net)

Desa Anjir Serapat Tengah, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kuala Kapuas, Kalteng, dihebohkan dengan adanya seekor ular king kobra yang diperkirakan sepanjang tiga meter, Sabtu (24/11/2018), di semak salah satu kebun karet milik warga Handil Cempaka.

Kabar tentang adanya seekor ular kobra yang diyakini sejumlah warga Handil Cempaka adalah sebagai ular yang sedang bertapa karena tidak meninggalkan tempatnya selama lebih tiga tahun itu (baca juga: King Kobra di Anjir Diyakini Warga Adalah Ular Jelmaan Makhluk Gaib), menyebar secara sangat cepat. Sehingga dari hari Minggu (24/11/2018), para warga dari Banjarmasin, Kapuas, serta dari daerah lainnya berduyun-duyun datang ke Handil Cempaka untuk melihat langsung ular kobra tersebut.

“Kami bingung, karena sampai hari ini Sabtu (24/11/2018), sudah 3 tahun lebih ular itu tidak pernah kemana-kemana dan tetap berada di situ,” ujar warga setempat, Ibnu, sambil menunjukkan lokasi keberadaan ular king kobra tersebut kepada tim koranbanjar.net.

Sekitar satu minggu berselang, kehebohan warga pun mereda setelah warga Handil Cempaka menyatakan bahwa “si ular bertapa” sudah menghilang dari tempatnya.

Pemberitahuan warga yang menyatakan bahwa “si ular bertapa” tidak ada lagi. (Foto: ist: koranbanjar.net)

25 November 2018: Arwah Levie Temui Pelaku, Begini Pengakuannya..

Tersangka pembunuh Levie Prisillia, Herman, usai diwawancarai koranbanjar.net di ruang Satreskrim Polsek Gambut, Minggu (25/11). (Foto: al/koranbanjar.net)

Sulit diterima akal sehat. Namun begitulah kisahnya sesuai dengan apa yang dituturkan oleh tersangka pembunuh Levie Prisilia atau Evi, Herman, dalam wawancaranya kepada koranbanjar.net, Minggu (25/11/2018) malam, di ruang Satreskrim Polsek Gambut, usai menjalani pemeriksaan dari petugas penyidik Polsek Gambut.

BACA JUGA  Kepala BPBD Kalsel: BPBD Kabupaten sudah Kewalahan Tangani Karhutla

Pasalnya, dalam wawancaranya tersebut, Herman menceritakan, pada Sabtu (24/11/2018), sekitar pukul 20.15 WITA, saat berada di rumahnya, Jalan Martapura Lama, RT 7, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, usai melakukan pembunuhan terhadap Levie Prisillia (baca juga: GEGER! Wanita Ini Diduga Habis Digorok), Jumat (23/11/2018) dini hari sebelumnya, ia sangat terperanjat kaget ketika melihat sosok Evi tiba-tiba berada di dalam rumahnya sambil memandanginya dengan sorot mata yang tajam namun tanpa bicara.

“Saya terperanjat kaget ketika melihat arwah Levie tiba-tiba datang menemui saya,” ungkapnya kepada koranbanjar.net.

Saat yakin sedang ditemui arwah Levie pada saat itu, Herman mengaku hanya bisa pasrah tanpa banyak berbuat apa-apa (baca juga: Pembunuh Levie Warga Sungai Lulut, Inilah Motifnya).

Dalam wawancaranya yang berlangsung sangat singkat itu, bahkan Herman mengatakan, ia sudah dua kali ditemui arwah Evi.

“Arwah Levie datang menemui saya dua kali, pertama saat saya berada di rumah itu, dan yang kedua, saat saya berada di tahanan sini,” tuturnya.

23 Desember 21018: Papua Memanas, Pasukan Brimob Polda Kalsel Diturunkan

Pelepasan pasukan Brimob Pola Kalsel di Aula Rupatama Mapolda Kalsel, Minggu (23/12). (Foto: al/koranbanjar.net)

Makin terusiknya keamanan di wilayah Indonesia Timur, Papua Nugini, membuat Kepolisian RI harus menurunkan anggota Brimobda Polda Kalsel dalam tugas Operasi Aman Nusa I (Pengamanan Kontigensi Antisipasi Konflik Sosial) di wilayah Kabupaten Mimika Papua.

Pasukan dilepas secara resmi dengan upacara pemberangkatan yang dipimpin langsung Kapolda Irjen Polisi Yazid Fanani, di Aula Rupatama Mapolda Kalsel, Minggu (23/12/2018) pagi.

Pasukan tersebut diberangkatkan khusus untuk penugasan keamanan di Papua yang suasana keamanannya saat ini kian memanas, karena sebelumnya terjadi insiden penembakan terhadap 31 orang pekerja (baca juga: TNI Bantah Gunakan Senjata Kimia Pembunuh Massal di Papua).

Dalam sambutannya pada upacara pemberangkatan pasukan, Kapolda Yazid menyampaikan bahwa tugas ini memang berat. Untuk itu para personil diharapkan selalu bersikap sabar dalam menghadapi situasi dan kondisi selama pelaksanaan tugas, terutama mengendalikan emosi pada saat melaksanakn tugas.

“Jaga selalu kekompakan dalam pelaksanaan tugas dan jalin kerja sama dengan rekan-rekan kita dari TNI dan masyarakat,” ucapnya. (dny) 

Tags

Baca Berita Terkait

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close