Hukum & PeristiwaKota Banjarbaru

Uang Jutaan Hilang di Pesawat, Maskapai Lion Air: Ini Bukan Kali Pertama

"Sejumlah jurnalis kecewa keamanan Lion Air"

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Sejumlah jurnalis wilayah Kabupaten Banjar yang tiba di Bandara Syamsudin Noor mengeluhkan keamanan maskapai Lion Air. Pasalnya, sejumlah barang bawaan dari Bali dan uang senilai jutaan rupiah raib entah ke mana saat dibagasikan, Minggu (22/10) siang lalu.

Diketahi hilangnya barang usai mengambil barang di antrian bagasi Bandara Syamsudin Noor. Mereka mengaku terkejut dan shock atas hilangnya uang miliknya.

Diduga pelaku pencurian barang bagasi pesawat ini dilakukan oleh oknum porter maskapai.

Salah satu korban dari oknum tak bertanggung jawab itu adalah Muhammad Amin. Ia mengaku kecewa terhadap pelayanan maskapai yang tidak menjamin keamanan barang bawaan penumpangnya.

“Saya kaget pas ngecek tas saya ternyata uang 2 juta dalam amplop putih yang diselipkan dalam kantong tas depan hilang, selain itu 2 bungkus rokok juga hilang. Saya sangat kecewa terhadap pelayanan Lion Air,” keluhnya.

BACA JUGA  Dirjen Pangan Hadiri Rakor Upsus & LTT Pajale di Kalsel

Selain Amin, hal serupa juga menimpa Sairi. Warga Martapura itu mengaku baru kali ini mengalami nasib sial seperti ini.

“Uang saya hilang senilai 750 ribu, juga celana dan rokok juga hilang. Saya sangat kecewa, pengamanan barang penumpang harus dipertanyakan. Biasanya saya bawa tas ke bagasi kabin pesawat, tapi entah kenapa tadi saya titipkan di bagasi, dan ternyata seperti ini,” ungkapnya.

Ia bersama jurnalis lainnya berangkat dari Bandara Igusti Ngurahrai Bali menuju Banjarmasin dan transit Surabaya. Akunya saat di Bandara Juanda langsung pindah pesawat tanpa harus menunggu di ruang tunggu.

Selanjutnya Rama yang nyaris menjadi korban hilangnya barang di bagasi pesawat. Jurnalis media online ini mengaku sangat terkejut melihat kondisi tas miliknya diacak-acak.

BACA JUGA  MH2T Kedatangan Tim Kemenlu RI

“Saya kaget isi tas saya seperti diacak-acak. Gak ada yang hilang sih, karena tidak ada barang berharga juga. Tapi saya heran kok kaya gini,” ucapnya.

Sementara Jurnalis senior di Kabupaten Banjar, Adi Permana, turut prihatin atas kejadian yang menimpa rekan-rekannya. Menurutnya ini menjadi evaluasi bagi maskapai bersangkutan agar ke depannya tidak terulang kembali.

“Kasian para penumpang jika ini terus terulang. Semoga pihak maskapai meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penumpang yang mana mereka sudah bayar dan mempercayakan maskapai untuk perjalanan yang aman,” ungkapnya.

Sementara itu pihak maskapai Lion Air, Fahmi Haerani, mengaku akan menindaklanjuti laporan para para jurnalis yang kehilangan ini. Menurutnya, kejadian ini bukan kali ini saja terjadi.

BACA JUGA  MK, Pilkada Belum Sukses Jika Perselisihan Belum Selesai

“Kita akan lakukan invetegasi dahulu dan hasil investegasi akan bisa diketahui satu pekan selanjutnya,” uajrnya.

Para awak media ini mendarat di Bandara Syamsudin Noor sekitar pukul 15,00 Wita usai melakukan liputan di acara Tekhnologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional XX Dan Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan (PINDESKEL) tahun 2018 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (19/10) lalu. (dra)

Tags

Baca Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close