Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah, Santri Harus Heroik Hadapi Tantangan Zaman

oleh -575 views
Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah, Santri Harus Heroik Hadapi Tantangan Zaman
Apel Pembukaan Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah Martapura, Minggu (1/9/2019) pagi. (foto: hendra/koranbanjar.net)

MARTAPURA, koranbanjar.net Salah satu pesantren tertua di Kalimantan Selatan, Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Martapura menggelar Hari Peringatan Lahir (Haplah) ke-71, di halaman Ponpes Hidayatullah Jalan Keraton Martapura, Minggu (1/9/2019) pagi.

Berbagai rangkaian Haplah yang sekaligus memeriahkan tahun baru Islam ini digelar selama 5 hari sejak Sabtu (31/8/2019) malam, seperti haul akbar dan salat hajat yang sebelumnya digelar.

Selain itu juga berbagai perlombaan, pemilihan Putra dan Putri Pesantren, Saprah Amal untuk pembangunan kelas yang pertengahan tahun lalu terbakar, karnaval, ziarah ke makam para pendiri Ponpes Hidayatullah.

Baca Juga: 4 Bangunan Bersejarah Ponpes Hidayatullah Terbakar

Untuk hari ini, digelar Apel Pembukaan Haplah ke-71 Ponpes Hidayatullah yang dipimpin Asisten Pemerintahan 1 Pemprov Kalsel Siswansyah, sebagai inspektur upacara (irup) menggantikan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang berhalangan hadir.

Seperti biasanya, selain dihadiri seluruh santri dan santriwati, juga turut hadir para orangtua dan alumnus Ponpes Hidayatullah dari masa ke masa.

Apel yang berlangsung sekitar satu jam itu berlangsung lancar dan khidmat. Usai apel, dilakukan penyerahan penghargaan yang diperoleh santri di antaranya piala juara 1 Lomba ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMP/MTs se-Kalsel-Teng. Selain itu juga dilakukan pemotongan tali pita untuk pembangunan ruang kelas baru oleh Asisten Pemerintahan 1 Pemprov Kalsel Siswansyah.

Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah, Santri Harus Heroik Hadapi Tantangan Zaman
Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah HM Ramlan didampingi Fauzan Asniah memberikan sebuah jam dinding untuk Asisten Pemerintahan 1 Pemprov Kalse Siswansyah usai Apel Pembukaan Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah, Minggu (1/9/2019) (foto: hendra/koranbanjar.net)

Siswansyah menyampaikan, pesantren adalah pembentuk awal karakter anak-anak membekali ilmu agama dan Pancasila sekaligus benteng terakhir agama Islam.

Menurutnya, selain ilmu agama yang menjadi dasar dan pondasi bagi santri, pesantren juga diharapkan melek akan teknologi dan sains sehingga keduanya seimbang. Hal itu supaya para santri tidak gaptek.

“Ponpes tidak hanya hadir di pendidikan Islam yang bergelut di bidang spiritual semata, tapi harus ikut andil mempertemukan ilmu Islam yang murni dan sains untuk menghadapi era global saat ini, kalau dalam istilah sekarang adalah 4.0,” kata Siswansyah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika pesantren hanya khusus agama maka akan sulit bersaing untuk kemajuan. Oleh karena itu para pemimpin pesantren harus melihat perubahan-perubahan dan kemajuan masa akan datang.

“Jika guru-guru di zaman penjajahan masih mampu tampil heroik melawan penjajah, sejatinya santri zaman sekarang harus heroik menghadapi tantangan zaman sekarang,” imbuh Siswansyah.

Sementara Pimpinan Yayasan Ponpes Hidayatullah Martapura H Muhammad Ramlan menyebut pihaknya terus mengupayakan peningkatan pendidikan agar menjadikan para santri yang unggul dan berkualitas.

Melalui Haplah ini, lanjutnya lagi, sebagai upaya memperkenalkan kepada khalayak publik bagaimana Ponpes Hidayatullah. “Haplah ini sebagai upaya lebih mengenalkan kepada msyarakat bahwa inilah Pondok Pesantren Hidayatullah,” tutur Ramlan.

Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah, Santri Harus Heroik Hadapi Tantangan Zaman
Para santri menyerbu stan kuliner Saprah Amal usai Apel Pembukaan Haplah Ke-71 Ponpes Hidayatullah, Minggu (1/9/2019) pagi (foto: hendra/koranbanjar.net)

Usai apel dan pemotongan pita, stan Saprah Amal yang menjual berbagai makanan khas Banua diserbu oleh tamu undangan dan santri. Hasil penjualan kuliner itu disumbangkan untuk pembangunan ruang kelas baru berjumlah 11 kelas dua bangunan, satu di antaranya tiga lantai.

Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura merupakan salah satu Ponpes tertua yang didirikan pada 1 Muharram 1370 Hijriah bertepatan 17 Juli 1950 Masehi oleh tiga putra Kabupaten Banjar yaitu KH Hasyim Moukhtar El, KH M Nashrun Thohir dan KH Ahmad Nawawi Marfu. Sejauh ini sudah banyak melahirkan putra – putri terbaik di Kabupaten Banjar. (dra)

Baca: Program PLN Mengajar & PLN Peduli Dilaksanakan di Ponpes Hidayatullah Martapura

Baca: Ponpes Hidayatullah Martapura Luluskan 125 Siswa

Baca: Keluarga Alumni Hidayatullah akan Mendorong Kemajuan Ponpes Hidayatullah, Salah Satunya Menyiapkan Program Berbahasa Arab dan Inggris

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan