oleh

Ujicoba Perseka Kandangan; Meracik Strategi Menjelang Liga 3 Dimulai

KANDANGAN, koranbanjar.net – Laga persahabatan antara Perseka Kandangan melawan Persetab Tabalong dimanfaatkan maksimal oleh kedua tim untuk meracik strategi, dalam menghadapi bergulirnya Liga 3 Zona Kalimantan Selatan pada 21 Juli mendatang.

Pertandingan yang digelar di Stadion 02 Desember Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (6/7/2019) sore tersebut berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Meskipun bertajuk laga persahabatan, kedua tim tampak serius. Terbukti dari permainan terbuka kedua tim dan jual-beli serangan. Selain itu 5 kartu kuning dan 1 merah dikeluarkan wasit untuk kedua tim. Bahkan satu pemain Persetab Tabalong sampai mengalami cedera.

Pelatih Kepala Perseka Kandangan Zani mengatakan, pada pertandingan tersebut berfokus menerapkan taktik bermain.

“Di babak pertama mencoba dengan formasi 4-3-3, fokusnya bagaimana dan menyerang dari belakang, tengah terus depan finishing. Kemudian di babak kedua mencoba dengan formasi 4-4-2,” paparnya kepada koranbanjar.net usai pertandingan.

Ia mengungkapkan, beberapa pemain berhalangan hadir sehingga secara taktik berpengaruh pada proses permainan baik ketika menyerang maupun bertahan. “Padahal di sini fokusnya adalah mencari starting eleven,” ungkapnya.

Zani mengakui laga tersebut menjadi pengalaman berarti bagi timnya ketika nantinya menghadapi lawan-lawan yang mempunyai taktik bola-bola panjang dan umpan terobosan. “Tim lawan, kita akui punya daya juang dan spirit bagus,” pungkasnya.

Pelatih Kepala Persetab Tabalong Aditya Adri kepada koranbanjar.net memaparkan laga tersebut ajang menyusun komposisi pemain.

“Jika tidak salah ada batasan pemain senior 5 orang, yang boleh main 3 orang. Kebetulan kami coba-coba meracik komposisi pemain yang pas mendampingi pemain junior,” tuturnya.

Ia mengatakan kompetisi sudah dekat sehingga harus maksimal dan hasil ujicoba harus menang. Tetapi kebetulan ada dua pemain baru bergabung sehingga ada pemanfaatan mencoba hal lain.

“Jadi babak pertama kami rombak semua. Memang kami mengharap menang tetapi bukan tujuan utama, yang penting kami tahu mana yang pas komposisinya untuk menyerang dan mana untuk bertahan,” katanya.

Mengenai hasil pertandingan, ia mengatakan saat lawan bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah ternyata mereka masih bisa mengontrol. “Nanti kami evaluasi di internal akan hal ini,” pungkasnya. (yat/dra)

Komentar

Berita Terkini