Tradisi Balogo Masih Mewarnai Acara Perkawinan di Astambul

ASTAMBUL, koranbanjar.net – Desa Tambangan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar sepertinya masih menyimpan banyak budaya lokal. Di antaranya permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan, yakni balogo.

Masyarakat setempat dewasa dan anak-anak ramai bermain logo pada Jum’at 02/03 malam, sembari memeriahkan acara perkawinan salah satu warga setempat. Dengan inisiatif beberapa warga diselenggarakanlah lomba belogo.

Warga setempat, H Asrun (35) mengatakan, permainan balogo mengingatkannya akan masa kecil, di mana sehabis pulang sekolah ataupun sore hari dia selalu bermain balogo. Dengan adanya perlombaan balogo ini diapun sangat antusias menjadi salah satu peserta.

“Hobi, jadi ingat waktu kekanakan, dengar kabar ada lomba balogo, langsung umpat mendaftar,” ujarnya

Sementara itu Ketua Panitia Lomba Balogo, Iram (45) menuturkan,  antusias warga mengikuti perlombaan ini sangat banyak, dan permainan balogo ini juga direncanakan selalu ada di setiap acara di desanya, baik acara kawinan maupun hari besar lain.

“Meski biaya pendaftaran sebesar Rp50 ribu, namun antusian warga sangat tinggi untuk mengikuti perlombaan ini. Kita rencanakan setiap ada acara apapun di desa kita ini, akan selalu ada lomba balogo, selain untuk memeriahkan juga melestarikan budaya tradisional,” ungkapnya. Lomba diikuti sebanyak 16 tim, satu tim terdiri dari 4 orang. Lomba ini berlangsung meriah dan disaksikan ratusan penonton.

Permainan balogo merupakan salah satu jenis permainan tradisional di Kalimantan Selatan. Permainan ini dilakukan anak-anak sampai dewasa dan umumnya hanya dimainkan kaum pria.

Nama permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat.

Bentuk alat logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang daun dan bundar.

Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebut campa yakni stik atau alat pemukul panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm. Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. (sai)