Parit Depan RSUD Ulin Banjarmasin Bau Menyengat, Dari Mana Limbahnya?

oleh -194 views
Parit Depan RSUD Ulin Banjarmasin Bau Menyengat, Dari Mana Limbahnya?
Parit depan RSUD Ulin Banjarmasin mengeluarkan aroma tidak sedap. (foto: agus/koranbanjar.net)

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Soal bau parit yang menyengat depan RSUD Ulin Banjarmasin, Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Ulin Banjarmasin Rachmad Arifuddin, membantah limbah bau tersebut berasal dari limbah rumah sakit.

Ia mengaku, selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin soal tercemarnya parit depan RS Ulin Banjarmasin, hingga menimbulkan bau.

Parit Depan RSUD Ulin Banjarmasin Bau Menyengat, Dari Mana Limbahnya?
Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Ulin Banjarmasin Rachmad Arifuddin. (foto: agus/koranbanjar.net)

“Selama ini yang bisa menetapkan di rumah sakit tercemar atau tidak yakni DLH Banjarmasin dan lebih bagus untuk kordinasikan ke sana,” ujarnya kepada koranbanjar.net, Kamis (3/10/2019).

Arfuddin menerangkan, masalah limbah rumah sakit tidak mungkin dibuang sembarangan. “Limbah di depan rumah sakit banyak dari hotel, kebetulan berdekatan dari rumah sakit,” katanya.

Baca Juga: Selokan Depan RSUD Ulin Berbau Menyengat Dikeluhkan Masyarakat

Menurutnya, kebersihan debit air limbah hotel sangat rendah dari tenaga service, sehingga besar resiko bau.

Ia mengklaim, selama ini pihaknya rutin melakukan pengangkatan sampah dan pembersihan setiap dua minggu sekali, serta air bekas rumah sakit tidak begitu saja dibuang, sebelum melalui saringan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Parit Depan RSUD Ulin Banjarmasin Bau Menyengat, Dari Mana Limbahnya?
Manager Jelita Hotel Banjarmasin, Roby. (foto: agus/koranbanjar.net)

“Kalau limbah dari rumah sakit wajib lewat IPAL, itu pun ada mekanisme saringan lemaknya diangkat, juga menyaring yang padat, kemudian dibuang airnya, setelah keluar ada kegiatan eksepsi itu kan istilahnya pembunuhan kuman baru bisa di lepas ke sungai,” terangnya.

Arifuddin menyebut, tanggung jawab parit itu ada pada pemerintah kota Banjarmasin. Namun, pihaknya tetap akan membantu jika memerlukan bantuan pihak RSUD Ulin untuk membersihkan.

Baca Juga: Selokan Depan RSUD Ulin Bau Menyengat, Pemerintah Sebut Kekurangan Alat

“Sebetulnya juga ada pengarahan, istilahnya reklamasi pembersihan secara global untuk langkah awal pembersihan. Kalau kita pakai human power, satu minggu engga bakalan bersih karena cukup luas, tapi sejauh ini sudah cukup bersih dan kita memasang jaring untuk mengetahui sebenarnya ini dari siapa yang banyak,” ujarnya.

Arifuddin menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menggunakan excavator membersihkan.

“Jadi terkait pelaksanaan pengerokan tersebut tidak bisa dilakukan satu pihak, karena wilayah kota itu tanggung jawabnya kota, tapi sejauh ini seminggu yang lalu alhamdulillah sudah bersih meskipun hanya memakai tenaga manusia mengangkat kotorannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Jelita Hotel Banjarmasin Roby mengklaim tidak pernah ada pembuangan begitu saja ke parit, pihak hotel sangat menjaga kelestarian sungai.

“Kami itu ada kerjasama dengan PDPAL dan juga dari pihak Kota Banjarmasin, untuk dua bulan sekali dibersihkan gorong-gorong yang ada di depan hotel, dan pihak hotel setiap melakukan pembuangan pasti melalui saringan,” tandasnya menepis tudingan parit yang bau depan RSUD Banjarmasin berasal dari limbah Hotel Jelita. (ags/dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan