Nasib Sopir Taksi di Terminal Km 6 Banjarmasin Kini, Cuma Bawa 2 Penumpang Sehari  

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Nasib sopir taksi yang biasa mangkal di Terminal Induk Km 6, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan saat ini sangat memprihatinkan. Terutama sejak wabah Covid-19 merebak di tanah air.

BANJARMASIN, koranbanjar.net –  Dua sopir angkutan umum jurusan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Riduan dan Ubab, yang sedang menunggu penumpang di Terminal Induk Km 6, Jalan Pramuka Banjarmasin ditemui media ini, Senin (19/4/2021), mengatakan, kini kondisi penumpang sangat sepi, kian tahun makin parah.

“Sebelum pandemi aja penumpang sudah mulai turun, lebih parah dalam setahun ini sejak terjadinya Covid-19, dalam satu hari paling 2 atau 3 penumpang, mau tidak mau terpaksa kami tarik demi memenuhi kebutuhan di rumah dan untuk beli bensin mobil,” tutur Riduan diiyakan Ubab dan sopir lainya yang kebetulan ikut menyimak wawancara.

BACA JUGA ; Daftar Anggota Rp100 Juta, Kojatas Banjarmasin Kian Redup Tergerus Taksi Online

Untuk mensiasati sepinya penumpang, kata Riduan, saat mengantar penumpang ke tempat tujuan, di tengah perjalanan, mereka masih mencari tambahan penumpang, menyisir pinggir jalan raya dengan perlahan.

Tidak hanya itu, sambung Riduan yang mengaku menggeluti pekerjaan sopir mulai tahun 1986 ini, mereka tidak pilih-pilih penumpang, semua bebas asal satu arah.

“Misal taksi Kandangan, saat dalam perjalanan, tiba-tiba ada penumpang yang ingin menuju Amuntai, Tanjung, Barabai, nanti kami saling over, kalau tidak disiasati seperti itu, tidak ada uang dibawa pulang untuk anak istri, habis beli minyak bensin aja,”  timpal Ubab.

BACA JUGA ; Prokes Akibatkan Pendapatan Taksi Online Terjun Bebas

Terkait ijin trayek dan KIR yang tidak diperpanjang, mereka mengaku sangat kecewa dengan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin yang terkesan mempersulit pengurusan KIR dan Ijin Trayek

“Kami kebanyakan KIR mobil tidak ada yang memperpanjang, sebab syaratnya semakin  rumit, begitu pula ijin trayek, sampai saat ini harusnya ada peremajaan mobil, entah apa alasannya, pokoknya ijin trayek tidak ada respon,” ungkapnya.

Riduan juga mengeluhkan, terminal induk tempat parkir taksi jenis colt ini, sudah jarang diperhatikan, dan tidak terurus. Padahal lanjutnya, retribusi selalu dipungut.

BACA JUGA ; Sopir Taksi Umum di Tengah Pandemi dan Menjamurnya Travel, Turun Jam 5 Subuh, Itu pun Belum Tentu Ada Penumpang

Dia berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan betul-betul berperan aktif memperhatikan dan memfasilitasi keluhan para sopir taksi khususnya yang berada di Terminal Induk KM 6 Banjarmasin.(yon/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *