Mengenal 7 Bahasa Daerah di Indonesia, Bukan Cuma Jawa dan Sunda

  • Bagikan
Busana Adat Minangkabau yang Dikenakan Nikita Willy saat Akad Nikah. (Instagram/@thebridestory)

Kumpulan bahasa daerah di Indonesia. Indonesia kata dengan budaya, begitu juga bahasa. Paling tidak ada 7 bahasa daerah di Indonesia.

Koranbanjar.net – Kekayaan bahasa daerah Indonesia mencapai 718 jenis. Dari ratusan jenis bahasa daerah penuturannya sekarang semakin berkurang.

Dari data BPS 2020 ada 7 bahasa daerah yang memiliki penutur 1.000.000. Bahasa daerah manakah yang termasuk dalam daftar.

1. Bahasa Jawa

Bahasa Jawa terkenal tak hanya dikenal di Jawa bahkan sampai luar negeri. Beberapa negara lain yang menggunakan bahasa Jawa diantaranya Suriname, Kaledonia baru, Singapura, dan Malaysia.

Dengan beberapa tingkatan bahasa mulai dari ngoko, madya, dan krama. Penggunaan tiap daerahnya memiliki ciri khas atau dialek yang unik tiap daerah. Menurut data 2020 pengguna bahasa jawa mencapai 60 sampai 84 juta.

2. Bahasa Sunda

Bahasa yang banyak digunakan penduduk Jawa Barat ini juga banyak digunakan diberbagai tempat. Penyebaran dilakukan oleh perantau Jawa Barat yang bermigrasi.

Beberapa dialek bahasa Sunda diantaranya dialek barat, dialek utara, dialek selatan/priangan, dialek tengah timur, dialek timur laut, dan dialek tenggara. Data sensus 2020 pengguna mencapai 32,4 juta jiwa.

3. Bahasa Madura

Bahasa ini banyak digunakan di wilayah Madura, pinggir Probolinggo, Masalembo, hingga Kalimantan dan sekitarnya. Beberapa dialek diantaranya dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kangean.

Bahasa Madura ini banyak dipengaruhi banyak bahasa dari Jawa, Melayu, Bugis, Tiong Hoa, bahkan Melayu. Sensus 2020 pengguna mencapai 7,7 juta.

4. Bahasa Betawi

Penggunaan bahasa Betawi ini banyak digunakan di Jakarta dan sebagian Banten Jawa Barat. Penutur sekitar 5 juta jiwa. Bahasa ini memiliki rumpun Austronesia, Kreol (campuran), dan Melayu Polinesia.

5. Bahasa Bugis

Berasal dari Sulawesi Selatan, bahasa ini memiliki beberapa macam dialek. Dialek Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Barru, Sinjai. Bahasa bugis ini memiliki rumpun bahasa autronesia. Diperkirakan jumlah penutur 4,3 juta jiwa. Keunikan penulisan masyarakat Bugis menggunakan aksara Lontara.

6. Bahasa Minangkabau

Bahasa Minang banyak digunakan penduduk Minangkabau, Sumatera Barat. Dialek yang digunakan beragam mulai dari dialek Mandhailing Kuti Anyie, Padang Panjang, Pariaman, Ludai, Sungai Batang, Kurai, Kuranji, Salimpaung Batusangkar, dan Rao-Rao Batusangkar.

Selain itu bahasa Minang jiga digunakan di pinggir barat Riau, Nagari Sambilan, dan Malaysia dengan menggunakan dialek Nogoghi. Diperkirakan jumlah pengguna sekitar 4,2 juta jiwa.

7. Bahasa Banjar

Pengguna bahasa Banjar diperkirakan mencapai 6,5 juta jiwa. Bahasa asli Suku Banjar ini juga digunakan di berbagai daerah sekitar hingga Malaysia. Bahasa Banjar banyak dipengaruhi bahsa Melayu, Jawa, dan Dayak.

Dilek yang digunakan ada 2 macam antara lain dialek banjar hulu digunakan oleh masyarakat hulu sungau. Sedangkan dialek kuala digunakan di Banjarmasin, Martapura, dan Pelaihari.

Banyak juga ya, namun penggunaan bahasa daerah aslinya semakin berkurang. Bahkan banyak juga yang sudah punah. Sebagai penerus bangsa, kita berkewajiban melestarikan bahasa daerah agar tidak punah. (suara/Cahya Hanifah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *