Daftar Anggota Rp100 Juta, Kojatas Banjarmasin Kian Redup Tergerus Taksi Online

  • Bagikan
Taksi Kojatas Banjarmasin saat mangkal di kawasan Jalan Bank Rakyat Kota Banjarmasin. (foto:yanda/koranbanjar.net)

Sebelum taksi online merebak di seluruh kota besar di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin, persatuan taksi sistem argo seperti Kojatas Banjarmasin terbilang menjadi primadona. Namun seiring waktu, taksi online semakin ramai, sehingga menggerus pasar Kojatas Banjarmasin.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Para anggota persatuan taksi Kojatas Banjarmasin yang biasa mangkal di Jalan Bank Rakyat, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, kini mengalami penurunan omset yang drastis. Menyusul ramainya taksi online di Kota Banjarmasin.

Seorang anggota Kojatas Banjarmasin, Husaini, warga Jalan Sultan Adam, Kota Banjarmasin, Selasa (6/4/2021) sekitar 12.30 WITA saat ditemui koranbanjar.net saat stand by menunggu penumpang di lokasi mangkal mengutarakan, taksi Kojatas Banjarmasin memiliki persatuan yang dipimpin oleh seorang Ketua. Kojatas Banjarmasin berkantor resmi di Jl Bank Rakyat.

Kojatas memiliki anggota di Kota Banjarmasin sebanyak 114 orang. Kata Husaini, sekarang dengan ramainya taksi online, pendapatan anggota Kojatas yang biasa rata-rata antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per hari, kini jauh menurun, bahkan untuk mendapatkan Rp100 ribu saja sangat susah.

“Kalau dipersentasikan, dulu 100 persen, sekarang cuma 30 persen. Jadi hilang 70 persen. Karena masyarakat banyak yang memakai jasa taksi online,” katanya.

“Kami di sini adalah taksi resmi, itu dari dulu, sebelum adanya taksi online. Sekarang sulit cari penumpang, bahkan kadang tidak dapat sama sekali,” ungkapnya.

“Dapat penumpang satu atau dua orang sudah alhamdulillah,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Husaini, untuk menjadi anggota Kojatas plus mobil mengeluarkan biaya Rp150 juta. Kalau hanya mendapatkan kartu anggota Kojatas butuh biaya Rp100 juta. Namun keanggotaan bisa dipindahtangankan atau dijual dengan harga Rp100 juta, bahkan kalau penumpang ramai, bisa saja dijual seharga Rp200 juta,” ungkapnya.(mj-33/sir)

 

 

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *