Prokes Akibatkan Pendapatan Taksi Online Terjun Bebas

  • Bagikan
Taksi Online milik Dufriansyah, sopir yang beroperasi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (foto: yanda/koranbanjar.net)

Peraturan pemerintah yang telah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hingga memperketat Protokol Kesehatan (Prokes) juga sangat berdampak terhadap profesi sopir taksi online. Pendapatan sopir taksi online mengalami terjun bebas sebesar 60 persen dibanding sebelum pandemi Covid.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Sopir Taksi Online, Dufriansyah (35) kepada koranbanjar.net, Minggu, (4/4/2021) menceritakan, pendapatan taksi online yang dia alami sekarang mengalami penurunan sangat drastis.

Sebelum masa pandemi Covid, Idup –demikian dia akrab dipanggil, red– bisa memperoleh omzet Rp500.000 per hari. Sekarang, di masa pandemi ini, dia hanya mendapat penghasilan rata-rata Rp200.000 per hari dan itu masih kotor.

Idup yang ditemui pukul 19.30 WITA di Jl Simpang Ulin, Km 1.5, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin menambahkan, saat ini penumpang sangat sepi, tidak seperti dulu.

Karena, menurut driver yang biasa mangkal di depan KFC, halaman parkir RSUD Ulin Banjarmasin ini, pasien RSUD Ulin Banjarmasin yang biasanya menggunakan jasa taksi online, sekarang sangat jarang sekali menggunakan taksi online. Semua dikarenakan adanya peraturan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Prokes saat ini diberlakukan, jadi penumpang juga jaga jarak,” ujarnya.

Warga Jl Asang Permai RT 23, Kelurahan Kertak Hanyar,  Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar ini juga membeberkan, meski demikian sesekali dia membawa penumpang yang mau keluar kota. “Penumpang yang paling jauh adalah rute ke Pelaihari dengan tarif Rp300.000. Itu cuma mengantar saja, pulang dalam keadaan kosong, kadang juga ada penumpangnya itu pun pas kebetulan saja,” ungkapnya.

Bahkan, bisa pula hanya sedikit sekali penumpang, walaupun ada hanya 1 atau 2 saja yang memakai jasa angkutan mobilnya. Itupun juga tidak setiap hari.

Biasanya Idup berangkat mengerjakan aktifitasnya mulai pagi sekitar pukul 07.00 WITA. “Dalam perjalanan dari rumah ke RSUD Ulin Banjarmasin kadang saya dapat pesanan sebelum tiba di tempat mangkal, tapi bisa juga mangkal di halaman RSUD Ulin Banjarmasin, sampai larut malam tidak ada penumpang,” tutupnya.(mj-33/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *