Baznas

Hebat Itu Bila Sportif

  • Bagikan

Bagaimana pun hebatnya sebuah pertandingan, akan berujung pada tiga kemungkinan, yakni menang, kalah, atau seri. Sebagai pemain profesional harus bisa memahami, sehingga menerima ketentuan yang terjadi. “Kedua tim yang bertanding, tentu ingin menang. Siapa yang ingin kalah? Tapi itu lah permainan. Ada kalanya menang, ada kalanya seri, ada kalanya kalah,”ucap legenda hidup PS Barito Putera, Riduan Sirait pada Koran Banjar, Senin (16/10).

Namun demikian, pria yang akrab disapa Om Riduan ini mengakui, di saat tim kalah, emosi kadang memuncak. “Karena itu, ketika tim kita kalah, sebisa mungkin mengontrol diri agar jangan sampai bertindak di luar kewajaran, apalagi melanggar aturan. Terkadang, sebuah tim siap bertanding, tapi tidak siap menerima kekalahan,” jelas lelaki yang diwawancara di rumahnya, Jl Soetoyo S, Banjarmasin.

Hal itulah, menurut Om Riduan, yang memicu datangnya keributan. Padahal, kekalahan adalah konsekwensi dari sebuah pertandingan yang harus diterima. Kenapa kekalahan terjadi? Itulah yang mestinya ditelusuri. Di mana kekurangan permainan tim, kemudian dicari solusinya. Pemain bergelar ‘Ulin’ ini mengingatkan, kekalahan mestinya menjadi cambuk yang membangkitkan pemain lebih bersemangat berjuang lebih keras dari sebelumnya.

Dia pun menceritakan pengalaman pahit ketika masih aktif membela Barito Putera di tahun 1989. Ketika itu Barito Putra tengah unggul angka melawan tim Assyabaab (1-0), dia pun mencoba mengulur waktu dengan mengoper bola ke kiper, yang kala itu dijaga H Abdillah. Sayangnya, H Abdillah sedang tidak berada dalam kondisi siap menerima bola, dan terjadilah gol bunuh diri.

“Padahal, sangat pelan bola itu bergulir. Namun karena H Abdillah tidak siap, bola itu pun masuk ke dalam gawang,” ungkap Riduan. “Hasil akhir berkesudahan 1-1,” tambahnya. Kesalahan itu terus mencambuk Riduan untuk bermain lebih baik, hingga dia bisa membalas kesalahannya pada pertandingan lainnya. Pertandingan yang sulit baginya, yakni melawan tim asal tanah kelahirannya, Medan Jaya.

“Ketika bermain dengan Medan Jaya itulah, aku berhasil membuat gol,” jelas stopper andalan PS Barito Putera di masanya. Suatu kebanggan tersendiri bagi pemain belakang sepertinya, dapat menyarangkan bola ke gawang lawan.(sai/abuamar)

  • Bagikan