oleh

Waduh! Sudah 3 Kali Silih Ganti Walikota, Sampah di Kawasan Makam Pangeran Antasari Tak Diatasi

Sungguh miris, makam seorang Pahlawan Banjarmasin Kalimantan Selatan, Pangeran Antasari. Di sekitarnya terdapat tempat pembuangan sampah(TPS) cukup besar dan sangat bau.

BANJARMASIN, koranbanjar.net –
Salah satu warga bernama Ari kepada koranbanjar.net, Rabu (18/11/2020) di Banjarmasin, menuturkan semenjak Walikota Banjarmasin dipimpin oleh Yudi Wahyuni, Muhidin, sampai Ibnu Sina. Pemandangan terkesan jorok itu tidak pernah diatasi.

“Saya perhatikan tidak ada satu pun merubah lingkungan makam Pengaran Antasari menjadi lebih hijau, malah sampai saat ini keadaan tempat itu sangat menyedihkan, kotor penuh sampah dan sering mengeluarkan bau,” tuturnya.

Bahkan dirinya mengaku sering bolak balik ke makam yang terletak di Jalan Malkontemon, Sungai Jingah Banjarmasin ini. Ari sering bertandang ke Komplek Makam Pahlawan Nasional itu sekaligus berjiarah ke makam kakeknya, di pekuburan alkah Keluarga Bakumpai, dimana letaknya tidak jauh dari Makam Pangeran Antasari.

“Apakah tidak ada cara mengatasi masalah ini, agar kawasan makam ini menjadi bersih, indah, lebih hijau serta tidak berbau, tanpa ada rumah sampah besar itu,” ucapnya.

Ari sangat memohon masalah sampah yang sudah 3 periode silih berganti Pemimpin Kota Banjarmasin untuk ditindaklanjuti segera.

Ditambahkannya, sangat perlu cepat untuk pemindahan TPS, dan dijadikan kawasan penghijauan, demi lingkungan bersih dan sehat.

“Khususnya penghijauan di sekitar makam, dan umumnya untuk kenyamanan masyarakat sekitar,” pintanya.

Sebelumnya, persoalan menahun tentang sampah di kawasan makam pahlawan ini menimbulkan sorotan salah satu pengamat di Kalimantan Selatan.

Pemerhati kebijakan publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Taufik Arbain memberikan solusi terkait persoalan makam Pangeran Antasari berdekatan dengan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang harus diselesaikan oleh pengambil kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Menurutnya, demi menjaga nilai budaya dan bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dan demi generasi penerus, maka TPS dekat makam pahlawan itu harus di pindah.

“Ini harus dicari solusi, jangan sampai dibiarkan, karena sangat mengganggu kenyamanan dan estetika,” katanya kepada awak media, Rabu (11/11).

Karuan beberapa tahun ini belum terlihat upaya konkrit dari Pemko Banjarmasin untuk memisahkan keberadaan TPS dengan makam pahlawan.

Seyogyanya ada beberapa opsi solusi yang bisa dilakukan, misal memindahkan lokasi TPS ke tempat lain yang refresentatif, sehingga tidak mengganggu lingkungan atau merumuskan bersama kerabat kesultanan memindahkan makam pangeran Antasari ke Kabupaten Banjar misalnya.

“Pemko kan memiliki power, semua harus ditata, persoalan Ini tentu menjadi tugas Wali Kota terpilih untuk menyelesaikannya,” tukasnya. (yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: