Tertunda 2 Kali, Pemilihan Rektor ULM Dipastikan Hari Rabu

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Meski sempat tertunda dua kali karena ketidaksiapan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikkan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk datang ke Banjarmasin karena dikabarkan ada tugas mendadak, pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dipastikan akan digelar pada hari Rabu (30/5).

 Hal ini dibenarkan oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM, Rosihan Adhani, ketika dikonfirmasi, Selasa (29/5). “Insya Allah gak mundur lagi, hari Rabu tanggal 30 Mei pemilihan akan digelar,” singkatnya.

 Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini menyebutkan, dua pejabat Kemenristekdikti yang ditunjuk untuk datang ke ULM adalah Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM), Ari Hendrarto Saleh dan Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Ani Nurdiani Azizah.

Sedangkan empat guru besar ULM yang akan dipilih menjadi calon Rektor ULM itu adalah Dekan dan Guru Besar Fakultas Kedokteran ULM, Prof DR Zairin Noor, Guru Besar Hukum Administrasi Fakultas Hukum ULM, Prof DR Hadin Muhjad, Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM, Prof DR Husaini, dan calon petahana, Guru Besar Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM, Prof DR Sutarto Hadi.

Dalam pemilihan rektor ULM tersebut, Kemenristekditi memiliki 35 persen suara dan senat universitas punya 65 persen hak suara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Komite Anti Korupsi Indoneaia (KAKI) Kalsel, Akhmad Husaini mengatakan, proses pemilihan Rektor ULM harus berjalan secara demokratis sesuai dengan harapan dan jangan dirusak dengan hal yang tak terpuji, misalnya politik uang.

 “Apalagi saat ini bulan Ramadan, semoga semuanya berjalan dengan damai, jangan dirusak dengan intrik dan intervensi dari pihak tertentu,” ketusnya.

Berkaca pada pemilihan Rektor ULM tahun lalu, Husaini menilai, sangat sarat dengan kepentingan dan nuansa politis.

Hal ini, menurutnya, karena ULM sebagai universitas tertua di Kalimantan, selain banyak proyek dari Kemenristekdikti, juga banyak bantuan dari bank dunia dalam bentuk hibah serta bantuan dari Pemprov Kalsel.

“Sangat wajar dalam pemilihan rektor akan sarat dengan kepentingan. Akan tetapi, meski sarat kepentingan, diharapkan akan muncul figur yang amanah,” katanya.

Pemilihan Rektor ULM Memanas

Sementara itu, kasak-kusuk diluar, pemilihan Rektor ULM dikabarkan makin memanas, bahkan beberapa tim sukses bacalon rektor mulai melakukan gerilya untuk mendulang dukungan.

Sesuai dengan informasi yang beredar di lapangan, ada salah satu calon rektor yang diduga melakukan intimidasi serta menjajikan jabatan dan fasilitas apabila mau memilih kepada sebagian besar pemilik hak suara.

Informasi lain juga menyebutkan, sebagian pemilih akan dikarantina di 20 kamar di salah satu hotel mewah di Banjarmasin.

Namun, informasi terkait karantina kepada sebagian pemilih tersebut dibantah oleh salah seorang pejabat tinggi bergelar profesor di ULM ketika dikonfirmasi melalui pesan watshapp.

“Tidak ada karantina, cuma buka puasa bersama,” tulisnya. (leo/dny)