Transportasi untuk Siswa, Sekolah di AS Ubah Bahan Bakar Bus dari Diesel ke Listrik

  • Bagikan
Para siswa digiring ke dalam bus setelah hari sekolah berakhir di Kratzer Elementary School di Allentown, Pennsylvania, AS, 13 April 2021. (Foto: REUTERS/Hannah Beie)
Para siswa digiring ke dalam bus setelah hari sekolah berakhir di Kratzer Elementary School di Allentown, Pennsylvania, AS, 13 April 2021. (Foto: REUTERS/Hannah Beie)

Untuk menjadikan bus sekolah di AS agar lebih ramah lingkungan mendapatkan momentum bagus berkat miliaran dolar yang dianggarkan dalam RUU Infrastruktur yang diajukan pemerintah federal. Sekolah-sekolah di AS telah mengubah bahan bakar bus dari diesel ke listrik.

AMERIKA – Selama beberapa tahun, dinas pendidikan di Distrik Miami-Dade telah melakukan ujicoba untuk mengganti sebagian dari 1.000 bus diesel dengan kendaraan listrik yang lebih bersih.

Namun pemimpin sekolah-sekolah itu mengatakan perubahan itu terlalu mahal. Hingga akhirnya Holly Thorpe, siswi berusia 12 tahun, mengikuti rapat dewan sekolah dan memuji manfaat penggunaan bus listrik dan kembali mendorong distrik itu untuk mengajukan hibah negara bagian.

“Saya selalu menyukai planet ini, mencintai hewan dan menyukai air. Jadi saya sangat sedih ketika melihat sampah bertebaran dan lingkungan yang seperti sekarat. Saya selalu tertarik (untuk melakukan sesuatu) untuk membantu planet ini,” ujar Holly ketika menjelaskan bagaimana ia kecewa melihat memburuknya lingkungan di sekitarnya.

Dua tahun kemudian dewan sekolah mempertimbangkan rencana distrik atau kabupaten itu untuk menggunakan uang negara guna mengganti 50 bus diesel dengan bus listrik selama beberapa tahun ke depan.

Sikap Holly mengesankan Luisa Santos, salah seorang anggota Dinas Pendidikan di Distrik Miami-Dade.

“Saya kira inilah premis yang ada, bahwa kaum muda adalah pemimpin saat ini. Kita tidak perlu menunggu mereka menjadi pekerja profesional untuk memimpin, dan itulah yang telah dilakukan Holl,” katanya.

Transisi ini adalah bagian dari gerakan kecil tetapi berkembang, yang dipimpin oleh orang tua, siswa dan anggota-anggota parlemen untuk membeli bus sekolah listrik guna memulihkan kesehatna siswa dan mengurangi emisi karbondioksida yang menghangatkan planet.

Anggota lain dari Dinas Pendidikan Kabupaten Miam-Dade, Mari Tere Rojas, juga ingin mendorong sikap Holly.

“Ia pasti mengatakan bahwa gagasan yang datang dari seorang siswa atau seorang anak di distrik sekolah kita, menempatkan ke dalam perspektif apa yang penting bagi mereka dan membuat perbedaan,” katanya.

Beberapa kabupaten berencana menjual kelebihan energi dari batere ke jaringan listrik, sebuah langkah yang disambut baik perusahaan-perusahaan utilitas yang telah meluncurkan program untuk membeli bus sekolah listrik. Pada musim panas lalu, sebuah bus sekolah di distrik Massachusetts mengirim kembali energi listrik ke jaringan.

Upaya untuk mengganti bus sekolah berbahan bakar diesel dipicu oleh fakta bahwa anak-anak lebih rentan terpapar dampak polusi udara. Menurut EPA, paparan knalpot diesel dapat menyebabkan asthma dan penyakit pernafasan lain, serta memperburuk penyakit jantung dan paru-paru – terutama pada anak-anak dan orang tua.

Sebuah kajian tentang bus sekolah di negara bagian Washington mendapati bahwa menggunakan bahan bakar yang lebih bersih atau meningkatkan mesin diesel yang sudah tua, akan mengurangi paparan anak-anak terhadap partikel di udara sebanyak 50 persen dan meningkatkan kesehatan mereka.

Temuan mereka menunjukkan peralihan untuk menggunakan bus sekolah yang lebih bersih membuat absen para siswa setiap tahun turun hingga 14 juta kali.

Para pendukung menunjukkan hampir setengah dari bus sekolah yang memiliki mesin diesel adalah jenis yang sudah tua, yang memproduksi polutan berbahaya dan biaya pemeliharaannya jauh lebih tinggi. Tetapi mereka mengakui bahwa tantangannya kini adalah membuat kabupaten yang hanya memiliki anggaran untuk pengadaan bus tua, kini beralih ke bus listrik, yang memang akan menelan anggaran tiga kali lebih besar.

Banyak kabupaten mengincar pendanaan lewat beberapa RUU di Kongres.

RUU Infrastruktur yang bernilai hampir satu triliun dolar, mencakup anggaran lima miliar dolar untuk pengadaan bus sekolah listrik dan hybrid.

Beberapa RUU lain akan menyediakan miliaran dana lagi untuk pengadaan bus sekolah listrik.

Sebagian negara bagian, termasuk Florida dan Virginia, kini membeli bus listrik dari anggaran penyelesaian skandal kecurangan emisi diesel Volkswagen yang mencapai miliaran dolar. (koranbanjar.net)

Sumber : VOA

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *