,

Tanaman Hias Bonsai Pinus, Harganya Mencapai Rp18,2 Miliar

oleh -1.277 views
Tanaman hias, Bonsai Pinus merupakan salah satu jenis tanaman hias termahal di dunia yang harganya bisa capai Rp18 miliar. (iStockphoto/OGphoto)

Merawat atau mengoleksi tanaman hias di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, cukup menjadi perhatian dan hobi dadakan bagi masyarakat, khususnya kaum wanita. Tak heran, harga tanaman hias kini semakin melambung tinggi. Salah satunya tanaman hias bonsai pinus yang harganya mencapai Rp18,2 miliar.

Bonsai merupakan bentuk seni Jepang kuno yang menumbuhkan miniatur hias dalam wadah untuk meniru bentuk dan skala pohon secara keseluruhan.

Sebagaimana dilansir Bonsai Empire, bonsai termasuk pohon-pohon yang tak ternilai harganya, sehingga ketika dijual akan sangat mahal.

Salah satu yang termahal yakni bonsai pinus. Harga mahal bonsai pinus disebabkan karena usianya yang sudah berabad-abad.

Dikutip dari Bonsai Tonight, harga bonsai pinus berkisar mulai dari US$50 hingga US$1,3 juta atau sekitar Rp700 ribu hingga Rp18,2 miliar.

Berbeda dengan jenis bonsai lainnya, bonsai pinus adalah salah satu jenis bonsai yang tidak cocok untuk pemula. Sebab, bonsai satu ini paling sulit dipahami, ditata, dan dipangkas karena faktor-faktor seperti iklim yang sangat memengaruhi kesuburan pohon.

Proses perawatan yang berbeda itu yang kemudian membuatnya harganya pun sangat mahal.

Namun yang menarik, bonsai pinus dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk dengan pemasangan kabel. Pengkabelan adalah praktik melilitkan kawat di sekitar cabang pohon bonsai untuk membengkokkan dan memposisikan ulang cabang hingga mencapai bentuk yang diinginkan.

Pengkabelan juga meningkatkan distribusi energi ke seluruh pohon. Walaupun begitu, hindari melakukan pemasangan kabel terlalu banyak pada satu waktu agar tidak merusak pohon.

Sementara untuk merawat pohon bonsai pinus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat menjaganya tetap subur. Mulai dari cahaya, penyiraman, kelembapan hingga suhu.

Berikut cara merawat bonsai pinus, dikutip dari The Spruce.

Cahaya

Pinus bonsai menyukai sinar matahari langsung. Untuk pertumbuhan terbaik, pohon bonsai pinus membutuhkan sinar matahari penuh selama beberapa jam setiap hari.

Semakin banyak cahaya yang diterima pohon, semakin pendek dan padat jarumnya. Jarum yang berkaki panjang dan memanjang pada bonsai pinus menandakan pohon membutuhkan lebih banyak sinar matahari.

Tanah

Seperti kebanyakan spesies bonsai, bonsai pinus membutuhkan media pot yang dikeringkan dengan baik. Tanah campuran bonsai yang dijual di pasaran biasanya adalah yang terbaik.

Tanah tersebut berisi campuran akadama atau tanah liat yang ditambang di Jepang, batu apung, kompos pot organik, dan kerikil atau pasir halus. Pinus bonsai dapati menoleransi pH tanah antara 5,5-6,5.

Air

Meskipun menyukai cahaya terang, bukan berarti bonsai pinus dibiarkan kering begitu saja. Pasalnya, pohon bonsai pinus lebih menyukai kondisi yang lembap.

Tetapi jaga agar air tak menggenangi tanah ya. Sebagai aturan umum, sirami setiap inci atau dua bagian atas tanah kering.

Suhu dan kelembapan

Bagi yang mencari tanaman hias indoor, sayangnya bonsai pinus bukan pilihan yang tepat. Sebab, bonsai pinus tidak cocok untuk ditanam di dalam ruangan.

Tanaman hias ini harus ditanam di luar ruangan sepanjang tahun. Jangan khawatir bonsai ini akan layu. Karena, bonsai pinus adalah pohon yang kuat dan tahan beku.

Kendati demikian, tempatkan bonsai ini di lokasi yang terlindung ya. Sehingga tanaman hias ini terlindungi dari cuaca musim dingin yang terburuk. Selain itu, ia dapat menoleransi kelembapan dan bahkan bisa mendapatkan keuntungan dari gerimis hujan.

Pupuk

Agar bonsai pinus sehat, maka dibutuhkan pemupukan secara teratur untuk mencapai pertumbuhan dan penampilan terbaik.

Berikan pupuk bonsai dengan pupuk bonsai organik untuk hasil terbaik. Namun hindari pupuk yang kaya nitrogen ya.

Pemangkasan

Pemangkasan yang tepat sangat penting untuk estetika dan kesehatan pohon bonsai. Penting untuk mulai membentuk bonsai pinus sejak usia dini untuk membentuk struktur cabang yang kuat.

Secara umum, spesies pohon pinus dominan di bagian apikal dalam hal kebiasaan pertumbuhannya. Artinya, mereka tumbuh dengan kuat di bagian atas dan luar pohon.

Bonsai pinus yang dipangkas dengan buruk akan membuat tampilannya tidak seimbang dengan mengorbankan cabang-cabang yang lebih rendah. Mereka juga akan membentuk pertumbuhan yang lebih penuh di sekitar tepi luar cabang yang tidak sesuai dengan estetika bonsai.

Pot dan Repotting

Repotting bukanlah suatu keharusan untuk bonsai pinus. Tergantung dari umur pohonnya, bonsai pinus biasanya hanya perlu di-repotting setiap 2 – 5 tahun sekali.

Ini akan menyegarkan tanahnya, dan pemangkasan akar dapat mencegah pohon terikat ke akar. Repotting bonsai pinus sendiri paling baik dilakukan tepat setelah kuncupnya mulai membengkak.

Saat memilih pot baru untuk pohon bonsai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Secara umum, tinggi dan lebar pot tidak boleh lebih dari 2/3 pohon, baik untuk fungsi maupun estetikanya.

Selain itu, warna juga menjadi faktor penting lainnya dalam memilih pot bonsai. Aturan umumnya adalah warna pot harus selaras dengan warna salah satu bagian pohonnya. Tujuannya untuk menciptakan harmoni antara pot dan pohonnya.

Namun, sebenarnya aturan tradisional ini opsional untuk dilakukan. Pohon bonsai secara teknis dapat ditanam dalam berbagai wadah. Tetapi perlu diingat, bahwa pot tersebut harus memiliki drainase yang memadai, ukuran, serta kedalaman pot harus disesuaikan dengan ukuran pohonnya.

Hama

Sayangnya seperti tanaman hias lain, spesies bonsai pinus rentan terhadap sejumlah hama dan penyakit umum. Sehingga diperlukan perawatan ekstra untuk mencegahnya.

Umumnya, hama yang menjangkiti pohon ini adalah kutu daun, tungau laba-laba, dan ulat. Selain itu, penyakit umum yang kerap terjadi adalah akar yang busuk.

Akar yang rusak tersebut biasanya terjadi karena terlalu banyak air atau kurangnya drainase yang tepat. Serta rentan pula terhadap penyakit jamur.(CNNIndonesia/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan