Baznas

TAKSI ONLINE MASIH BEROPERASI?

  • Bagikan

BANJARMASIN – Setelah digelar pertemuan yang dihadiri sejumlah perwakilan dari taksi
online, taksi konvensional, Polda Kalsel, Dirlantas, Dishub dan perwakilan Organda Kota Banjarmasin kemarin, ternyata masih ada taksi online yang nekat beroperasi. Akan tetapi, pertemuan tersebut tidak ada kesepakatan hitam dan putih bahwa taksi online dilarang beroperasi dan hanya sebatas imbauan saja.

Terkait hal itu, dalam acara Awarding Grab Top Driver awal pekan tadi, perwakilan taksi online dimintai pendapat, terkait masih banyaknya driver taksi online yang beroperasi dan sempat tertangkap di daerah Duta Mall Banjarmasin. “Jadi mengenai pertemuan kemarin, kami tetap berpegang pada Peraturan Menteri Nomor 26 tahun 2017 tentang taksi online, yang telah direvisi Mahkamah Konstitusi, karena tidak boleh ada kekosongan hukum jadi masih berlaku sampai 31 Oktober 2017.

Selama itu masih belum jatuh tempo, kami masih tetap beroperasi seperti biasa. Akan tetapi tetap menghindari zona merah, zona waspada seperti di sekitaran Rumah Sakit Ulin, Duta Mall dan Bandara Syamsudin Noor, itu yang selalu saya ingatkan kepada teman-teman.” ucap Ketua Komunitas Grabcar
Ahmad Basuki.

Selain itu, menurut mentor Grabcar wilayah Banjarmasin, pihaknya hanya bisa mengingatkan dan membantu, tanpa bisa berbuat banyak karena karakter masing-masing driver berbeda-beda. “Sebenarnya dengan adanya imbauan untuk tidak beroperasi sampai 1 November kami mengingatkan kepada mitra agar tidak beroperasi, tetapi karena karakter masing-masing orang berbeda dan tidak bisa satu persatu kami ingatkan, jadi kami hanya menyarankan untuk menghindari zona-zona atau wilayah yang dianggap rawan.

Kita berharap ke depan antara taksi online dan konvensional bisa jadi satu duduk bersama, andaipun mereka punya aplikasi sendiri lebih bagus, atau jika mereka ingin bergabung bersama kita, kita sangat terbuka untuk membantu, dan kita selalu berharap ke depan akan lebih baik, walaupun saat ini kondisi di Banjarmasin masih panas.” ujar Mentor Grabcar area Banjarmasin, Aris.

Dilemanya fenomena ini adalah, masyarakat begitu membutuhkan taksi online yang dianggapjauh lebih murah dan nyaman ketimbang taksi konvensional yang harganya terlampau jauh selisihnya, serta imbauan dari pihak Dirlantas yang tak mereka hiraukan sebab tak ada undang- undang jika pihak Dirlantas menilang mobil pribadi yang dijadikan sebagai mobil penumpang.

Sehingga suasana masih akan sedikit memanas hingga keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 1 November mendatang. (ana)

  • Bagikan