Sarana dan Prestasi Olahraga Batola Minim, Wabup Minta Konsekuensi

MARABAHAN, KORANBANJAR.NET – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Batola, Rahmadian Noor tidak menampik jika selama ini prestasi olahraga Kabupaten Batola relatif masih fluktuatif dan berada pada posisi tengah dari 13 kabupaten atau kota di Kalsel. Diakuinya pula, belum signifikannya prestasi olahraga Batola karena minimnya sarana dan prasarana olahraga yang dimiliki.

Untuk itu, Rahmadi meminta Ketua Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Batola, Saleh, maupun dinas terkait lainnya melakukan inventarisasi terhadap sarana-sarana yang dibutuhkan sekaligus membuat skema pembiayaan agar diperoleh gambaran jika suatu ketika diperlukan langkah tindak lanjut.

Lebih dari itu, wabup juga merencanakan, tahun 2019 mendatang akan membuat gedung latihan olahraga bersama sebagai salah satu langkah mengatasi minimnya sarana olahraga di Batola. Terkait itu pula, ia mengharapkan, KONI Batola dapat mencarikan lahan untuk rencana tersebut.

Hal itu disampaikan Rahmadi dalam penyerahan dana hibah dari Pemkab Batola sebesar Rp 1,5 miliar kepada KONI Batola di Aula Selidah, Marabahan, Jumat (8/6) kemarin.

Dana hibah tersebut dialokasikan untuk pembinaan cabang olahraga (cabor) dan atlit Batola sebesar Rp 657.000.000, bonus atlet Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) 2017 di Tabalong lalu senilai Rp 315.480.000, dan untuk Sekretariat KONI Batola, Rp 410.520.000.

Terkait pemberian dana hibah, Rahmadi menyatakan, sudah merupakan suatu kewajaran sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah. Hanya saja, ditekankan Rahmadi, dari bantuan yang diberikan harus ada konsekuensi terhadap prestasi serta pertanggungjawaban oleh KONI Batola.

“Sejauh ini, terhadap prestasi olahraga pemkab selalu peduli untuk peningkatan prestasi. Namun yang harus diperhatikan dari kepedulian itu adalah konsekuensinya,” ucapnya. (dny)