Baznas

Pihak Keluarga Sebut Kematian Via Menyisakan Kejanggalan

  • Bagikan

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Hingga saat ini kematian Novia gadis berusia 14 tahun akibat kecelakaan maut yang terjadi pada Sabtu (7/4) sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan AMD Gerilya Komplek ABRI Kelurahan Tanjung Pagar Kecamatan Banjarmasin Selatan masih menjadi bahan pembicaraan warga sekitar.

Pasalnya, kematian seorang gadis warga Jalan Kelayan A Gang PGA Kecamatan Banjarmasin Selatan itu ditengarai oleh pihak keluarganya mempunyai kejanggalan.

Menurut pihak keluarga Via, sapaan akrab Novia, keterangan dari pihak kepolisian yang meyatakan kecelakaan yang dialami Via bersama seorang temannya adalah murni kecelakaan tunggal berbeda dengan keterangan di lapangan yang mengatakan bahwa Via bersama temannya terjatuh karena diserempet seseorang.

“Kami masih penasaran atas penyebab kematian adik saya ini. Keterangan yang kami dapat, adik saya diserempet orang, bukan kecelakaan tunggal seperti keterangan polisi,” ujar kakak Via saat dikunjungi koranbanjar.net di rumahnya, Kamis (12/4).

Dilanjutkan sang kakak, ia bersama pihak keluarga akan terus mencari kebenaran dari kejadian kecelakaan maut yang menewaskan adiknya tersebut sampai benar-benar jelas.

“Sampai tuntas akan kami cari tahu kebenaran penyebab meninggalnya adik saya ini. Kami masih tidak bisa menerima keterangan dari polisi karena berbeda dari keterangan dan bukti-bukti yang kami dapat di lapangan,” ucapnya dengan nada tegas.

Oleh karena kabar kecelakaan tunggal ini masih simpang siur dan terkesan ada kejanggalan, pihak keluarga korban pun berencana mendatangi Satlantas Polresta Banjarmasin untuk meminta penjelasan.

“Kami mau meminta penjelasan kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ini tentang kebenaran penyebab sebenarnya kematian anak kami ini. Kami mendapat informasi yang kami tanyakan langsung dengan warga di sekitar kejadian. Hasil keterangan yang kami dapat, kecelakaan Via ini ada melibatkan kendaraan lain,” ujar Suryani, ayah korban.

Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pada hari Sabtu (7/4) sekitar pukul 17.00 Wita saat Novia bersama temannya bernama Ainun menyeberangi sebuah jembatan di Jalan AMD Gerilya dengan kecepatan tinggi menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwana merah dengan nomor polisi DA 6594 ACP.

Karena dipacu dengan kecepatan tinggi, saat menyeberangi jembatan, sepeda motor yang dinaiki Novia dan Ainun sempat meloncat dan hilang keseimbangan hingga keduanya jatuh tersungkur di aspal jalanan sekitar 10 meter dari jembatan.

Akibat kecelakaan tersebut, Ainun mengalami luka parah di bagian wajah dan langsung dilarikan ke Puskesmas setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. Sedangkan Novia, tewas di tempat dengan kondisi pendarahan di bagian kepala, hidung, mulut serta patah pada bagian tangan kanan.

Pada hari yang sama, setelah kejadian, Satlantas Polresta Banjarmasin memberikan keterangan terkait kecelakaan maut yang menewaskan Novia siswi kelas 2 MTS Siti Mariam Kelayan A Banjarmasin itu adalah kecelakaan tunggal.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo melalui Kanit Laka Lantas Polresta Banjarmasin, Iptu Eska. (leo/dny)⁩

  • Bagikan