Peningkatan Populasi Bekantan di TWA Pulau Bakut Lebihi Target

oleh -598 views
Kawasan TWA Pulau Bakut yang menjadi wilayah konservasi bekantan, kerja sama antara BKSDA Kalsel dengan PT Adaro Indonesia (foto: ist/koranbanjar.net)

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Populasi bekantan di Taman Wisata Alam (WTA) Pulau Bakut yang berada dibawah jembatan Barito di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, mengalami peningkatan signifikan, bahkan melebihi target yang telah ditentukan.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Urusan Konservasi Keanekaragaman Hayati, Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan (Kalsel), Titik Sundari mengatakan, target peningkatan populasi bekantan di WTA Pulau Bakut sebesar 10 persen dalam lima tahun, terhitung sejak 2015 hingga 2019.

“Hasil monitoring 2018 lalu, jumlah bekantan di WTA Pulau Bakut berjumlah 67 ekor,” katanya kepada KoranBanjar.net, Rabu (20/2).

Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 55 ekor atau dengan persentase lebih dari 10 persen.

Menurutnya, peningkatan jumlah populasi terjadi salah satunya karena kondisi habitat yang masih cukup baik dan ketersediaan pakan cukup melimpah.

“Meski begitu, kita lakukan langkah antisipasi kemungkinan kekurangan pakan melalui kegiatan penanaman, salah satunya pohon jenis rambai,” ujarnya. 

TWA Pulau Bakut memiliki luas 15,58 hektar, merupakan kawasan konservasi habitat bekantan dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Kawasan TWA Pulau Bakut ditetapkan sebagai site monitoring spesies prioritas terancam punah di Kalsel melalui Surat Keputusan Kepala BKSDA Kalsel Nomor : SK. 1653/IV-K.23/KKH/2012 tanggal 31 Juli 2012.

Dalam upaya pengembangan TWA Pulau Bakut sebagai kawasan konservasi bekantan, BKSDA Kalsel melibatkan pihak ketiga, dalam hal ini PT Adaro Indonesia.

BKSDA Kalsel dan PT Adaro Indonesia melakukan penanda tanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada pertengahan 2018 lalu untuk pengembangan TWA Pulau Bakut.

Melalui kucuran dana CSR PT Adaro Indonesia sebesar Rp1,6 Miliar pada 2018 lalu, dilakukan penguatan fungsi pengelolaan WTA Pulau Bakut, baik untuk pengembangan wisata, konservasi bekantan dan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama tersebut dipandang berhasil, karena kini telah terjadi peningkatan populasi bekantan di TWA Pulau Bakut. (ykw/ndi)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan