Pebri dan Faldi di Mata Orang Terdekatnya

oleh -198 views
MELAYAT – Ketua Askot PSSI Banjarbaru, AR Iwansyah, saat melayat ke rumah duka, Selasa (29/1) pagi. (Foto: mj-029/koranbanjar.net)

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Di sela haru dan duka menjelang pemakaman kakak beradik, Muhammad Syahril Situmorang Pebri dan Muhammad Refaldi, dua dari tiga jenazah yang tewas akibat tersambar petir saat berada di bawah pohon yang berada di pinggir lapangan sepak bola, Jalan Sapta Marga, RT 7, Keluarahan Guntung Payung, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (278/1/2019) kemarin, koranbanjar.net menyempatkan mewawancarai beberapa orang yang dekat dengan dua kakak beradik tersebut.

Dimulai dari Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Banjarbaru, AR Iwansyah, yang turut melayat ke rumah duka di Jalan Sapta Marga, RT 7, Keluarahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (29/1/2019) pagi, yang mengungkapkan belasungkawanya untuk dua pemain sepak bola tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Balitra Jaya Permai itu.

“Saya selaku Ketua Askot PSSI Kota Banjarbaru merasa kehilangan karena almarhum adalah salah satu harapan kami ke depan agar bisa menjadi atlet sepak bola. Kami sangat menyayangi almarhum tetapi Allah lebih menyayangi almarhum. Saya mendoakan semoga prestasi yang sudah dituaikan oleh almarhum bisa diikuti kawan-kawannya,” ujar Ketua Askot PSSI Banjarbaru yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Banjarbaru itu.

Para teman sekolah Pebri dan Faldi melayat ke rumah duka, Selasa (29/1). (Foto: mj-029/koranbanjar.net)

Sedangkan menurut Pelatih Tim SSB Balitra Jaya Permai, Aipda M Achyar Fauzi, Pebri adalah seorang anak dengan tipikal tak pernah mengeluh.

“Pebri ini anaknya tidak pernah mengeluh, kalau misalnya hujan atau panas dia tetap latihan. Sedangkan di luar lapangan, Pebri ini orangnya pendiam dan jarang bicara, tetapi kalau di lapangan dia mainnya total dan ngotot, tidak mau kalah, selalu ingin menang, fisiknya juga paling menonjol di tim. Untuk penghormatan kepada Pebri maka nomor punggung 11 kita pensiunkan dan tidak ada lagi yang memakai nomor 11 di tim Balitra Jaya Permai. Kalau untuk Faldy ini kan baru saja dan diproyeksikan di 2019 untuk U 10, tetapi memang posisi striker juga, dan berdua ini sama-sama menonjol,” cerita Achyar Fauzi kepada koranbanjar.net.

Sementara menurut Kepala SDN 1 Guntung Payung, Marliani, Faldi adalah salah satu muridnya yang memang suka olahrga, aktif, baik dan ceria.

“Terakhir ketemu saat di perpustakaan kemarin, kita ngobrol-ngobrol dan baca buku. Tidak ada kejadian aneh dan tanda-tanda kepergiannya, jadi kami semua merasa sangat kehilangan,” ucapnya.

Senada dengan Kepsek Marliani, salah satu teman sekelas Pebri, Muhammad Iqbal Solikin, mengisahkan kepada koranbanjar.net, bahwa Pebri memang seorang teman yang baik, ramah, dan suka membantu sesama temannya.

“Saya terakhir ketemu Pebri kemarin, sekarang saya tentu sedih sekali karena kehilangan teman seperti dia,” ucap Iqbal Solikin seraya menangis.

Untuk diketahui, Pebri adalah seorang Kapten SSB Balitra Jaya Permai U 12 dengan nomor punggung 11 yang juga sekaligus top scorer saat timnya berlaga di Total Liga Gocex 2018, Banjarbaru-Martapura. (mj-029/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan