oleh

Murjani Mengkritisi Langkah Bupati Banjar Mengasuransikan Relawan Damkar

0 Shares

MARTAPURA, koranbanjar.net Kepala UPT Damkar Kabupaten Banjar, Murjani mengkritisi rencana Pemkab Banjar yang akan memberikan asuransi kepada seluruh relawan pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Banjar melalui BPJS. Menurutnya, sesuai pengalaman, yang paling diperlukan rewalan Damkar adalah asuransi jiwa, bukan hanya kesehatan semata.

Ini menyusul musibah kecelakaan tunggal yang dialami relawan Damkar Sultan Adam Martapura (SAM), Sabtu (3/8/2019) lalu, saat ‘mengejar’ kebakaran di Desa Limamar, Kecamatan Astambul. Dari insiden tersebut, Pemkab Banjar melalui arahan bupati berinisiatif untuk mengasuransikan para relawan Damkar di Kabupaten Banjar melalui BPJS.

“Pengalaman saya, yang diambil itu manfaat dari asuransi, misalnya kelingking jari patah permanen; berapa dapat, semua anggota tubuh itu ada nilainya di asuransi, tapi kalau di BPJS Kesehatan itu tidak ada, BPJS kan itu hanya menyubsidi pengobatan,” tutur Murjani kepada koranbanjar.net, Senin (5/8/2019).

Baca: Pemkab Banjar Janjikan Asuransi BPJS Untuk Anggota Damkar

Ia menghendaki, asuransi menggunakan jasa Asuransi Jiwasraya. Sebab, ujarnya lagi, bagi relawan pemadam itu yang paling bermanfaat adalah jiwa nya yang diasuransikan.

“Nah ini yang kita mengehndaki. Jadi anggota tubuh keseluruhannya yang diasuransikan, jadi cacat tidak permanen dan permanen di anggota tubuh itu semua ada nilainya. Kan yang dipertaruhkan mereka adalah jiwa, ini yang kita jaga dan diselamatkan. Ini adalah persepsi pemadam, jiwa nya yang diutamakan, kalau harta benda itu nomor sekian,” tuturnya.

Bahkan, lanjutnya lagi, jika meninggal biasa pun dapat asuransi dari Jiwasraya. Ia menceritakan, dulunya semua relawan Damkar di Kabupaten Banjar diasuransikan jiwanya melalui jasa Jiwasraya, namun sejak 2015 asuransi tersebut tidak ada lagi.

Baca: Bupati Banjar Beri Bantuan Ini Untuk Korban Kecelakaan Relawan Damkar SAM

“Kita sebenarnya tidak ada mengambil untung, cuma pernah mengalami dan berjalan bagus. Pernah ada beberapa (relawan damkar) yang meninggal biasa, dan dibantu oleh Jiwasraya, apalagi kalau meninggal saat tugas, 100 persen asuransinya,” ucap Murjani.

Senada dengan Murjani, Sekretaris Bumi Selamat Rescue (BUSER) 690 Kabupaten Banjar Ahmad Syarif menambahkan, untuk mengklaim asuransi di Jiwasraya relatif lebih mudah dan premi asuransinya lebih murah.

“Kalau kami hitung-hitung malam tadi, premi di BPJS sekitar 350 juta per-unit Damkar jika dihitung untuk 10 orang, sementara jika di Jiwasraya bisa separonya,” ujar Syarif.

Syarif menegaskan, hal ini bukan untuk membanding-bandingkan jasa asuransi atau mempromosikan jasa asuransi tertentu, namun lebih kepada soal kebutuhan serta maksimalnya manfaat yang didapatkan para relawan yang sudah mengorbankan jiwanya untuk untu membantu masyarakat.

“Kita sudah sangat mengapresiasi Bupati Banjar Guru Khalil melalui Satpol PP Banjar, sudah peduli dengan relawan Damkar swasta khususnya, dengan mengasuransikan melalui BPJS. Ini sudah langkah yang luar biasa, dan kita sangat berterimakasih,” tutur Syarif dan diaminkan oleh Murjani. (dra)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: