,

Kisah Heroik Kebakaran di Sungai Tabuk, Korban Terobos Api Cari Orangtua

oleh -1.793 views
KIORBAN API - Syahlani korban kebakaran di Desa Sungai Pinang Lama, Sungai Tabuk. Dia mengolesi tubuhnya dengan bedak untuk mengurangi rasa sakit akibat terbakar. (foto:ist)

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Sungai Pinanng Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Selasa, (16/02/2021), sekitar pukul 22.00 Wita menyisakan kisah heroik yang dilakukan seorang korban saat menerobos api ingin menyelamatkan kedua orangtuanya.

SUNGAI TABUK, koranbanjar.net – Mengetahui rumah kedua orangtuanya yang terbakar, Syahlani langsung berlari menuju rumah kedua orangtuanya yang berada di seberang jalan di Desa Sungai Pinang Lama RT 02, kemudian dia menerobos api yang membakar rumah orangtuanya. Ternyata kedua orangtuanya sudah tidak berada di dalam rumah, sedangkan dia harus mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian tubuh dan lengan sebelah kiri.

Reportase wartawan koranbanjar.net, Rabu (17/02/2021) sore, kebakaran yang terjadi Selasa malam telah menghanguskan 2 rumah di RT 2 milik Abdurrahman dan H Mastiah. Kejadian itu tidak menyisakan satu hartapun, kedua rumah dengan seluruh isinya hangus terbakar.

Salah satu anak korban, Syahlani menceritakan, malam itu dia sangat terkejut melihat api berkobar di rumah kedua orangtuanya yang berada di seberang jalan. Dia langsung melompat keluar rumah, berlari menuju rumah kedua orangtuanya tersebut.

BERKOBAR – Kebakaran yang terjadi di Desa Sungai Pinang Lama, Sungai Tabuk, Selasa malam. (foto:ist)

Tanpa mempertimbangkan bahaya yang akan dihadapi, secara spontanitas dia menerobos masuk ke dalam rumah kedua orangtuanya, karena dia menduga kedua orang tuanya masih ada di dalam rumah. “Setelah saya masuk, ternyata kedua orangtua kami sudah tidak ada lagi. Untuk bisa masuk menerobos api, saya inilah luka bakar yang saya alami,” ujarnya seraya menunjukkan lengan sebelah kiri, kulit lengannya sudah terkelupas.

Dia menambahkan, api berasal dari dari penerangan lampu aki yang dinyalakan kedua orangtuanya, karena malam itu listrik di Desa Sungai Pinang Lama padam. “Orang rumah (kedua orangtuanya) sedang menghadiri acara Isra Mikraj sekaligus Haul Abah Guru Sekumpul di tempat lain, jadi malam tadi rumah sedang kosong,” bebernya.

BERCERITA – Korban menceritakan peristiwa kepada wartawan koranbanjar.net. (foto:nayan/koranbanjar.net)

Sementara itu, Abdurahman –orangtua Syahlani, red– tidak bisa berkata apa-apa, seluruh harta benda beserta rumahnya tak bisa diselamatkan. Hanya selembar baju di badan yang tidak terbakar.

Karena itu, Syahlani mengharapkan dan menitip pesan kepada koranbanjar.net, mudah-mudahan ada pihak donatur yang berkenan memberikan bantuan kepada keluarganya.

“Orangtua kami sudah tidak punya pakaian lagi, bahkan alat memasak pun ikut terbakar. Jadi kami tidak punya apa-apa lagi,” ungkap Syahlani seraya memberitahukan kedua orangtuanya sementara tinggal di rumahnya.(mj -32/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan