Karhutla Kalsel: Titik Api Meningkat, Kebakaran Meluas, Penderita ISPA Bertambah

oleh -124 views
Seorang anggota TNI AD memadamkan kebakaran lahan di Kampung Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, pekan lalu. (foto: Polsek Banjarbaru Barat untuk Koranbanjar.net)

BANJARBARU, koranbanjar.net – Titik api di Kalsel kini meningkat dari 286 titik menjadi 314 titik. Selain itu, peningkatan jumlah luas hutan dan lahan yang terbakar, Sabtu (14/9/2019), tercatat sudah mencapai 3541,47 hektar. Rinciannya, luas hutan terbakar 79.75 hektar, luas lahan terbakar 3461,82 hektar.

Peningkatan itu disusul dengan semakin tebalnya kabut asap di Banjarbaru dan sekitarnya. Dampaknya, penderita Inspeksi Saluran Pernafasan (ISPA) di Kalsel juga kian meningkat dibanding bulan sebelumnya.

“Namun jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Riau, Jambi, Kalbar dan lainnya, saat ini kita masih di bawah daerah tersebut. Belum ada (status) darurat terkait hal itu, bahkan belum dibutuhkan puskesmas pelayanan 24 jam. Semua dapat diatasi dan ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan. Jadi jangan berlebihan mengenai ISPA yang selalu dikaitkan dengan kabut asap, nanti malah bisa salah tafsir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muslim, kepada koranbanjar.net, Minggu (15/9/2019) malam.

Menurutnya, kasus ISPA yang tercatat di Kalsel tidak hanya disebabkan kabut asap, namun ada juga penyakit ISPA yang disebabkan karena memang penderitanya memiliki riwayat penyakit.

Berikut tabel kasus ISPA Agustus 2019:

Sumber: Dinkes Kalsel

“Di Banjar naik 43 persen, Banjarbaru naik 29 persen, Batola naik 33 persen, dan Tala naik 14 persen. Kasus ISPA tertinggi terjadi pada bayi dan balita,” katanya.

Baca Juga: Ada Yang Untung Sejak Kabut Asap Melanda

Sementara penyakit pneumonia atau infeksi paru, juga banyak menyerang anak pada usia 1 sampai 5 tahun, berikut tabelnya:

Sumber: Dinkes Kalsel

Untuk dapat menekan jumlah penderita ISPA dan pneumonia, Dinkes Kalsel telah membagikan masker gratis kepada masyarakat. Ada 35.150 lembar masker yang dibagikan. Itu sesuai surat edaran Gubernur Kalsel yang ditujukan kepada kepala daerah se-Kalsel.

Baca Juga: Woow..Penderita ISPA Di Banjarbaru Juni-Agustus 2019 10 Ribu Lebih

“Pembagian masker dilakukan mulai dari tanggal 5 sampai 14 september. Dilaksanakan oleh satgas krisis kesehatan untuk mencegah bertambahnya jumlah penderita ISPA dan pneumonia,” paparnya.

Baca Juga: Sudah Ada Ribuan Penderita ISPA, DLH Malah Sebut Kabut Asap Masih Normal

Muslim mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah apabila terjadi peningkatan kabut asap. “Jika diharuskan keluar maka gunakanlah masker. Bagi masyarakat yang terpapar kabut asap dan mengalami gejala batuk ataupun pernapasan, segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat,” imbaunya. (ykw/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan