Religi  

Jalan di Paringin Ambles Sepanjang 80 Meter, Diduga Akibat Penambangan Pasir

BALANGAN, KORANBANJAR.NET – Jalan penghubung Desa Tarangan dan Halubau Utara, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, ambles dengan kedalaman 2 hingga 4 meter serta panjan 80 meter dengan lebar 3 meter.

Amblesnya jalan tersebut tepat di Desa Tarangan RT 01 /01 di perbatasan desa. Kepala Desa Tarangan, Jamhuri, mengatakan kepada koranbanjar.net, hal itu disebabkan tanah yang labil serta tanah yang bercampur pasir dan juga di samping jalan terdapat sungai.

“Saat itu terjadi tumbukan air sungai karena tikungan jalur air. Jarak sungai ke badan jalan sebenarnya jaraknya tergolong jauh sekitar 15 meter. Itu terjadi pada Minggu 15 Juli lalu,” ujar Jamhuri, Senin (16/7).

Sementara warga sekitar bernama Julkifli mengungkapkan, awal terjadi hari Jumat (13/7), namun mulai parah terjadi pada Minggu dini hari.

“Pertambangan pasir pun masih saja terjadi di sana, mungkin karena pasir yang dikeruk jalanan menjadi amblas,” imbuh Julkifli.

Sampai berita ini ditutunkan, akses jalan dari Desa Halubau Utara menuju Desa Tarangan masih bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4, namun roda 4 hanya mobil jenis minibus yang bisa lewat.

Akibat jalan yang ambles ini 2 rumah dan 1 pos kamling terancam roboh. Dua buah rumah merupakan rumah warga di Desa Halubau Utara. satu rumah sudah lama ditinggal penghuninya dan pindah ke tempat yang lebih aman, sementara dan satu buah rumah masih dihuni warga yang diketahui memiliki keterbelakangan mental.

Warga sekitar yang tidak mau disebutkan nama nya mengungkapkan, sebenar nya orang tersebut sudah disarankan untuk mengungsi. “Namun tidak mau dan tetap tinggal di rumah yang sudah hampir roboh itu. Mudahan amblesnya jangan sampai ke rumah saya,” tutur pemilik rumah yang persis bersebrangan dengan jalan yang ambles.

Kemudian warga sekita yang kerap disapa Aluh menceritakan kejadian. “Saat tertidur pulas, Minggu dinihari, saya terbangun karena mendengar suara keras seperti benda jatuh, usai mendengar saya melihat di sekitar dan ternyata jalanan sudah ambles,” ucap Aluh.

Salah satu anggota Tagana mengaku merasa bingung. Menurutnya kalau terjadi longsor pasti siring sungai bergerak, tapi ini ambles ke bawah. “Mungkin saja karena tanah di bawah sudah kosong,” tambahnya mengakhiri. (ami/dra)