Religi  

Jalan Ambruk Sedalam 1.7 M, Warga Murung Kenanga Khawatir Dibiarkan

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Jalan akses utama Desa Murung Kenanga RT 06 RW 03, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, ambruk ke bawah sedalam kurang lebih 1,7 meter. Akibatnya aktifitas masyarakat terganggu.

Longsornya jalan yang terbuat dari paving block itu terjadi pada tiga titik berbeda. Adapun rusaknya sepanjang kurang lebih 25 meter dengan lebar 3 meter dari 4 meter lebar jalan.

Menurut informasi yang didapat dari warga setempat, Khairuddin yang juga salah satu Anggota City Changer, mengungkapkan bahwa awal terjadinya ambruk pada  29  September lalu.

“Pertama terhentaknya jalan sekitar 20 cm, seminggu kemudian turun 60 cm. Semenjak hujan Kamis kemarin menjadi 150 cm, juga mengakibatkan jalan melebar ke sungai sekitar 1 meter. Ini diperkirakan akibat penurunan tanah di bawah jalan karena hujan,” jelas Khairuddin yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjar, kepada koranbanjar.net, Minggu (14/10) kemarin.

Sehari sesudahnya, yakni Senin (15/10) jalan tersebut kembali ambruk menjadi sedalam sekitar 170 cm, akibat diguyur hujan.

Jalan Ambruk Sedalam 1.7 Meter, Warga Murung Kenanga Khawatir Dibiarkan
Kondisi jalan utama Desa Murung Kenanga pada hari Minggu (14/10). foto: dra/koranbanjar.net

Menurut Khairuddin, warga merasa takut dan khawatir terhadap jalan ambruk tersebut. Juga sangat mengganggu akses ekonomi dan jalur pendidikan.

“Seperti mobil pengangkut barang sudah tidak bisa lagi masuk, akibatnya perlu biaya tambahan untuk mengangkut barang menggunakan motor, bahkan tukang sayur saja hampir tidak bisa lewat lagi, juga anak-anak yang sekolah kalau sebelumnya mereka berangkat menggunakan motor kini berjalan kaki,” paparnya.

Sementara Ahmad Fadli warga setempat sangat berharap agar pemerintah terkait agar secepatnya menangani jalan yang longsor ini. Menurutnya jalan ini akses utama bagi warga sehingga sangat mengganggu aktifitas mereka.

“Kalau penanganannya lamban dikhawatirkan akan semakin parah, apalagi sangat berdekatan dengan rumah warga,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Rozani Himmawan, yang meninjau langsung ke lokasi mengaku sudah menyampaikan kejadian ini ke PU Provinsi.

“Tadi kita sekilas sudah berbicara dengan PU Provinsi, menyampaikan perihal tersebut. Jadi kita sdh memberi masukan kepada beliau nanti mudah-mudahan beliau bisa langsung meninjau,” ujarnya kepada koranbanjar.net, Senin (15/10) kemarin.

Memang, lanjutnya, kalau melihat kondisi seperti ini jika hanya dilakukan penambalan-penambalan maka akan terjadi longsor lagi.

“Ini bisa dibilang darurat, karena kita melihat sendiri ini jalur utama masyarakat. Jadi harus cepat diperbaiki, kalau tidak nanti kasian masyarakat seperit anak sekolah, orang bekerja apalagi kalau ada orang sakit. Kita harus ada prioritas utama terhadap pembangunan ini,” kata Anggota Dewan yang kerap disapa Haji Jani ini.

Untuk perbaikan ini, menurutnya, harus dipasangkan sheet pile di pinggir sungai agar tidak mudah longsor. Sebelumnya pihak Pemda sudah turun langsung meninjau kerusakan jalan ini.   (dra)