Religi  

Haul Ke 4 KH Muhammad Hamdani Bin Ibad, Wujud Kecintaan Kepada Ulama

Peringatan haul ke 4 KH Muhammad Hamdani Bin Ibad di langgar Darul Muhajirin, Jeranih, Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman. (Foto: Bayu/Koranbanjar.net)

Haul merupakan bagian dari syiar Islam untuk mengenang sosok pribadi mulia dari Alim Ulama baik Habaib, Kiai dan lainnya. Mengambil pelajaran dari tokoh yang telah banyak berjuang, baik secara Akhlak Mua’malahnya sehingga menjadi hamba yang mendapat derajat kemuliaan dari Allah SWT. 

BANJAR, koranbanjar.netPeringatan haul ke 4 KH Muhammad Hamdani Bin Ibad dipadati jemaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (7/9/2022).

Acara haul bertempat di Langgar Darul Muhajirin, Jeranih RT.04/RW.02 Desa Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kegiatan haul ini sebagai wujud kecintaan kepada KH Muhammad Hamdani Bin Ibad, jemaah haul baik laki-laki maupun perempuan tampak khusyuk mengikuti kegiatan haul tersebut. Meskipun almarhum sudah tiada, tapi namanya tetap harum dan dikenang oleh jemaah.

Rangkaian peringatan haul dimulai dengan pembacaan syair maulid habsyi dari grub maulid Al-Hidayah Bawahan Pasar bersama Guru Fahmi Sekumpul.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Guru Ahmad Yani selaku ketua panitia, disambung dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Guru Muhammad Hamsaini yang juga adalah Ketua MUI kecamatan Mataraman.

Setelah itu kegiatan diisi dengan tausyiah yang disampaikan Tuan Guru Munawwar (Guru Kubah), Kampung Melayu, Martapura Timur.

Ada 3 hikmah pelajaran yang dapat dipetik dari acara haul wafatnya ulama, pertama adalah Lil Istighfar yang artinya memohon ampunan kepada Allah SWT dengan membacakan doa serta meminta rahmat untuk diri kita dan para guru, khususnya guru yang sedang diperingati haulnya.

Hikmah kedua yaitu Lil Istidzkar, artinya melalui haul kita yang masih hidup bisa meneladani dengan mengenang perjanan hidup dan mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang dilakukan almarhum.

Ketiga adalah Lil Istijma, yakni agar kelak setelah meninggal dunia, arwah kita dikumpulkan bersama para guru dan ulama.

Ketua Panitia pelaksana, Guru Ahmad Yani berharap, dengan silaturahmi pada pelaksanaan haul ke 4 KH Muhammad Hamdani Bin Ibad, kampung menjadi berkah dan terhindari dari mara bahaya.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu hingga terlaksananya haul, semoga dibalas pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” tutupnya. (Bay/Koranbanjar.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *