oleh

Haul Ke-10 Wali Allah, Kai Jabuk (2); Sering “Mahimpu” Guru Sekumpul di Waktu Kecil

Sebagaimana tulisan sebelumnya, Tuan Guru Utuh Jamhuri yang bergeral Kai Jabuk atau Kai Nagara, sempat berguru dengan tokoh ulama Martapura asal Dalam Pagar, Tuan Guru Zainal Ilmi. Meski lebih tua dari Tuan Guru Zainal Ilmi, Kai Jabuk juga telah diangkat anak dunia hingga akherat oleh Tuan Guru Zainal Ilmi. bukan dia yang mengangkat abah (ayah) kepada Tuan Guru Zainal Ilmi. Bukan cuma itu, salah satu riwayat masa hidupnya yang tak pernah terungkap di waktu sebelumnya, semasa Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul masih kecil, Kai Jabuk sering berkunjung ke rumah Tuan Guru Abdul Ghani (orantua Guru Sekumpul) di Kelurahan Keraton Martapura, dan mahimpu (menggendong) Guru Sekumpul.

DENNY SETIAWAN, Anjir Serapat

Semasa hidup Kai Jabuk, beberapa kisah tentang perjalanan hidup atau manaqibnya sudah tentu tak pernah terungkap atau ditutupi. Terlebih menyangkut tokoh-tokoh ulama yang masyhur, seperti Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul. Namun bertepatan dengan Haul ke 10 Kai Jabuk pada Minggu (07/07/2019) tadi, salah satu keturunannya keceplosan mengisahkan hubungan Kai Jabuk dengan Guru Sekumpul.

“Waktu abah masih hidup pernah bercerita. Dulu beliau sering berkunjung ke kediaman Tuan Guru Semman Mulia di Keraton. Walaupun usia abah terpaut jauh lebih tua daripada Guru Semman Mulia, beliau tetap memanggil guru dan belajar dengan Guru Semman Mulia. Bukan cuma itu, almarhum abah dulu juga sering mengunjugi rumah Guru Sekumpul di Keraton. Dan sidin tuhuk mahimpu Guru Sekumpul di waktu kecil (Beliau seringkali menggendong Guru Sekumpul di waktu kecil, Red). Sebetulnya kisah ini sama sekali tidak pernah diceritakan kepada siapa pun, tetapi saya tidak tahu, hari ini rasanya lega mengisahkan,” ungkap anak ketujuh Kai Jabuk, Guru Hasanuddin kepada koranbanjar.net.

Tuan Guru Zainal Ilmi
Tuan Guru Zainal Ilmi

Begitu pula ketika Guru Sekumpul dewasa, namun belum masyhur atau masih tinggal di Keraton, Kai Jabuk juga sering berkunjung. Termasuk ke kediaman Tuan Guru Samman Mulia. “Salah satu kisah yang saya ingat, Tuan Guru Semman Mulia sangat berhati-hati dalam menerima tamu. “Tuan guru seperti Guru Semman Mulia itu kan khawas, jadi kalau tamu yang pernah tidak sholat atau berjunub, beliau pasti tahu. Jadi sebelum naik ke rumah beliau, tamu seperti itu dilarang masuk,” kenang Hasanuddin.

Disinggung mengenai hubungan Kai Jabuk dengan Tuan Guru Zainal Ilmi, Hasanuddin menceritakan, hubungan antar keduanya sangat dekat. Selain pernah berguru, orangtuanya sangat lama berkhadam (melayani) Tuan Guru Zainal Ilmi. Saking dekatnya, Tuan Guru Zainal Ilmi telah mengangkat orangtuanya sebagai anak angkat dunia dan akherat. “Kalau seorang guru mengangkat murid sebagai anak itu sangat jarang. Biasanya murid mengangkat guru sebagai kuitan atau abah,” tuturnya.

Guru Sekumpul waktu kecil.
Guru Sekumpul waktu kecil.

Kisah hubungan Tuan Guru Zainal Ilmi dengan Kai Jabuk dikuatkan dengan kisah anak sulung Kai Jabuk, Guru Jamali. “Almarhum abah itu memang sering menceritakan hubungan beliau dengan Tuan Guru Zainal Ilmi. Bahkan abah sering menunjukkan kenang-kenangan uang ringgit pemberian Tuan Guru Zainal Ilmi,” kenangnya. (bersambung).
Baca Selengkapnya:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini