Guru Ngaji ini Harus Rela Tinggal di Rumah Reyot

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Keadaan yang cukup memprihatinkan dialami oleh seorang guru mengaji di Banjarmasin bernama Mustika. Wanita berusia 65 tahun ini tinggal di sebuah rumah dinas milik TNI yang hampir roboh di Jalan Veteran Komplek Ahmad Yani 1 RT 17 Nomor 55 Kelurahan Pengambangan Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Diketahui Mustika yang dulu berprofesi sebagai guru honorer di TK Kartika Ahmad Yani 2 ini, sempat menjadi seorang guru mengaji dari rumah ke rumah, namun sekarang Mustika hanya mengajar mengaji di rumahnya saja.

Kondisi rumah yang dijadikan oleh Mustika sebagai tempat tinggal itu cukup memprihatikan, dinding rumah itu mulai lapuk (jabuk) dan juga atap sirap rumah itu terlihat banyak yang sudah lapuk dan bolong. Tidak hanya itu, Mustika juga harus mengasuh seorang anak bernama Muhammad Ikhsan yang menderita gangguan mental.

Selain Ikhsan, Mustika juga mengasuh seorang keponakan yang bernama Eliyani yang ternyata juga menderita gangguan mental. Kondisi Mustika pun sekarang tidak begitu sehat, Karena usianya yang sudah cukup tua sehingga banyak penyakit berdatangan.

“Saya sangat takut apabila cuaca hujan deras, kalau hujan deras rumah saya basah kuyup karena air hujan masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang atap maupun dinding. Selain itu juga saya sangat takut apabila ada angin kencang karena takut kalau rumah ini roboh” ucapnya.

Saat dikunjungi kunjungi koranbanjar.net di rumahnya, Kamis (26/07), mustika juga menuturkan kalau sudah hampir 18 tahun mereka tinggal di rumah tersebut hingga sampai sekarang kondisi rumahnya sudah cukup reyot.

Sudah banyak berbagai instansi terkait berdatangan melihat kondisi Mustika maupun rumahnya untuk memberikan bantuan.

“Banyak instansi terkait silih berganti berdatangan ke sini untuk memberikan bantuan. Tapi, karena ini tanah milik TNI jadi susah urusannya dan tidak bisa diperbaiki oleh instansi terkait,” terang Mustika.

Tentu saja dengan hal itu, Mustika tidak bisa berharap banyak, dia hanya berdoa dan pasrah dengan keadaannya sekarang ini.

Selain itu, warga sekitar maupun warga dari luar daerah juga banyak berdatangan untuk memberikan bantuan kepada Mustika, salah satunya Rudy, warga Jalan Ahmad Yani, KM 10, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

“Saya bersama istri saya dari KM 10 datang kesini untuk memberi sembako kepada beliau,” ucap Rudy.(afn/dky/ana)