Datuk Bakumpai, Syekh Abdussamad Al Banjari dan Pesannya; Jangan Pernah Berhenti Mengajarkan Ilmu

  • Bagikan
Syekh Abdussamad Al Banjari atau juga disebut Datuk Bakumpai merupakan salah seorang tokoh ulama yang tinggal dan bermakam di Veteran, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan
Syekh Abdussamad Al Banjari atau juga disebut Datuk Bakumpai merupakan salah seorang tokoh ulama yang tinggal dan bermakam di Veteran, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Syekh Abdussamad Al Banjari atau juga disebut Datuk Bakumpai merupakan salah seorang tokoh ulama yang tinggal dan bermakam di Veteran, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Dia juga salah seorang dzuriat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan, yang bermakam di Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Semasa hidup, Datuk Bakumpai selalu berpesan kepada para muridnya, jangan sampai berhenti mengajarkan ilmu yang pernah dia sampaikan.

BATOLA, koranbanjar.net –  Datu Bakumpai atau Syekh Abdussamad Al Banjari lahir tahun 1222 hijriah dan wafat pada 13 safar 1302 hijriah di usia 80 tahun. Salah satu wasiatnya adalah jangan pernah berhenti untuk mengajarkan apa yang sudah dia ajarkan.

Datu Bakumpai atau Syekh Abdussamad Al Banjari semasa hidup pernah menimba ilmu ke Makkah, kemudian pulang ke kamapung halaman pada tahun 1913 ke Marabahan. Setelah kembali dari Makkah, Syekh Abdussamad pernah mengajar di daerah hulu sungai, Barito Selatan hingga Barito Utara.

“Beliau selalu mengajar di balai, sekarang sudah menjadi makam beliau. Beliau pernah berkata kepada salah satu muridnya, apabila nanti meninggal, mau dikuburkan di balai ini bersama keluarga,” kenang Pengelola Makam, H. Syafi’i (73) saat dijumpai koranbanjar.net, Selasa, (15/6/2021).

Di lokasi makam, dulunya sempat dibangun masjid, namun sekarang dipindah ke simpang Tarutan Marabahan. Di masjid itu masih aktif berlangsung majlis ta’lim, dan mesjid itu biasanya dikunjungi para i’tikaf dan penziarah yang datang dari jauh untuk bermalam.

Salah satu nasihat Syekh Abdussamad yang selalu diingatnya, “jangan sampai ampih mengajar, apa yang sidin kasih kepada murid-muridnya,” kata Syafii.

Disebutkan, makam Syekh Abdussamad biasanya buka mulai pukul 06.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Namun, kalau penziarah datang dari jauh, waktu malam tetap dibuka.

Sementara itu, salah satu penjaga makam, Udin (42) mengatakan, para penziarah terbilang masih ramai, walaupun masih ada wabah Covid-19. “Para penziarah di sini biasanya banyak dari orang hulu sungai, yang sangat mengagumi sosok beliau,” katanya.(mj-39/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *