BBM Pertamax 92 Langka di SPBU Barabai, Pengendara Memilih Beli Eceran

  • Bagikan
SPBU – Tampak SPBU di Barabai lengang.(foto: ramli)
SPBU – Tampak SPBU di Barabai lengang.(foto: ramli)

Pemerintah melalui Pertamina menghapus BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Premium sejak beberapa waktu lalu. Sebagian masyarakat Barabai, Kabupaten HST memilih menggunakan BBM jenis Pertamax 92.

BARABAI, koranbanjar.net – Meskipun Pertamina menjual Pertamax 92 dengan harga Rp9.200 perliter, lebih mahal daripada Pertalite Rp7.850 perliter, akan tetapi sebagian masyarakat Barabai meyakini Pertamax 92 lebih baik ketimbang Pertalite.

Akibat banyaknya pengguna Pertamax 92, BBM yang satu ini beberapa hari terakhir sulit didapatkan, bahkan di seluruh SPBU di Kabupaten HST.

Selain Pertamax 92 memang ada BBM jenis Pertamax lainnya, namun harganya Rp12.200 perliter, yakni Pertamax Turbo.

Pantauan koranbanjar.net, Minggu (10/10/2021) dari pukul 10.00 WITA hingga 14.00 WITA, hampir di semua SPBU di Kabuparten HST, BBM jenis Pertamax 92 mengalami kekosongan.

Pertamax 92 kosong terjadi pada SPBU Belanti di Kecamatan Labuan Amas Utara, SPBU Kasarangan di Kecamatan Labuan Amas Utara, SPBU Kapuh di Kecamatan Haruyan, SPBU Sungai Rangas di Kecamatan Labuan Amas Selatan, SPBU Durian Gantang di Kecamatan Labuan Amas Selatan, SPBU Mandingin di Kecamatan Barabai, SPBU Banua Rantau di Kecamatan Batang Alai Selatan hingga SPBU Telang di Kecamatan Batang Alai Utara. Yang Tersedia hanya BBM jenis Pertamax Turbo dan Pertalite.

Salah satu pengendara motor warga Balangan, Ridwan kepada koranbanjar.net mengatakan, dia sempat mencari Pertamax 92 ke SPBU Telang Kecamatan Batang Alai Utara. Namun di sana juga kosong.

PEMBERITAHUAN – BBM dalam pengiriman. (foto: ramli)
PEMBERITAHUAN – BBM dalam pengiriman. (foto: ramli)

“Meskipun di SPBU kosong lebih baik saya membeli di eceran yang harganya Rp11.000 ketimbang membeli Pertamax Turbo yang harganya Rp12.200,” ujarnya.

Saat disinggung mengapa tidak menggunakan Pertalite, dia mengatakan, memakai Pertalite motor yang dipakai sering mogok. “Kalau Pertamax 92 aman saja, tidak ada kendala, makanya saya lebih memilih Pertamax 92 ketimbang Pertalite yang saya tau harganya lebih murah, tapi tetap pakai Pertamax 92,” ujarnya.

Lain halnya menurut warga Barabai, Utuh. “Ini mungkin akal-akalan mereka saja, mereka ingin supaya Pertamax Turbo juga ikut laku, kalau pertamax 92 ada, otomatis orang tidak mau membeli Pertamax Turbo,” ujarnya saat ditemui di SPBU mandingin.

Hal serupa juga terjadi pada BBM jenis solar. Beberapa waktu lalu seorang sopir di Banjarmasin menyebutkan, pembelian BBM untuk mobil yang bermesin diesel juga dibatasi, paling boleh membeli Rp200.000.

Bahan bakar mesin diesel salah satunya solar. Kalau ingin membeli Rp200.000, maka hanya boleh Rp150.000, selebihnya atau Rp50 ribu diisi dengan BBM jenis Dektlite.

Perlu diketahui harga BBM jenis solar dibandrol Rp5.150 per liter, sedangkan BBM Jenis Dektlite dibandrol Rp9.700 per liter.(mj-41/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *