BNN

Bacaan Doa Salat Dhuha, Pahala Berlipat Ganda dari Sedekah

  • Bagikan
Ilustrasi salat, [envato] Bacaan Doa Salat Dhuha, Pahala Berlipat Ganda dari Sedekah
Ilustrasi salat, [envato] Bacaan Doa Salat Dhuha, Pahala Berlipat Ganda dari Sedekah
Pelaksanaan salat dhuha sebagai salat sunat ialah pelengkap atau menambah amal ibadah dan pahala. Keutamaan membaca doa saat salat dhuha diibaratkan pahala berlipat ganda dari sedekah

Koranbanjar.net – Doa salat dhuha lengkap yang diamalkan dengan banyak keutamaan. Salat dhuha dua rakaat pahalanya bisa senilai 360 sedekah.

Anjuran untuk melakukan ibadah salat dhuha terdapat dalam hadist oleh Abu Hurairah, seperti dikutip dari Portalsatu — jaringan Suara.com, Jumat (27/8/2021).

“Rasulullah SAW berwasiat kepadaku tiga perkara agar jangan ditinggalkan puasa tiga hari tiap bulan, dua raka’at duha dan Witir sebelum tidur.”

Niat Salat Dhuha

“Ushalli sunnatad dhuh rak‘ataini lillhi ta‘l”

“Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT”

Tata Cara Salat Dhuha

Slat Dhuha dilakukan pada waktu matahari sedang naik, sekira cuaca berhalangan adalah lebih mudah dengan merujuk kepada takwim waktu salat.

Waktu paling tepat melaksanakannya yakni saat matahari setinggi 7 hasta atau 3 meter.

Seperti tertulis dalam hadis dari Zaid bin Arqam r.a. berkata: “Nabi saw keluar menuju tempat Ahli Quba, di kala itu mereka sedang mengerjakan salat Dhuha”.

Salat Dhuha boleh dilakukan sekurang-kurangnya dua rakaat hingga 12 rakaat, namun paling banyak dikerjakan Rasulullah ialah delapan rakaat.

Doa salat dhuha

Pada dua rakaat, dianjurkan membaca surat: Ayat al-Kursi 10 kali dan Al-Ikhlas 10 kali atau surat As-Syams dan Ad-Dhuha, atau surat Al-lail dan Al-Insyirah.

Sedangkan saat lebih daripada 4 rakaat:

Salat pertama dianjurkan membaca surat As-Syams dan Ad-Dhuha, pada rakaat seterusnya lebih diutamakan surah al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Doa salat dhuha

Dilansir dari NU Online,  doa sholat dhuha yang ditulis oleh Alhafiz K:

“Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn”

“Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm”. dibaca 40 kali atau 100 kali.

Artinya:

Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu.

Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.” Wallahu a‘lam. (suara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − six =