Baznas

Ayoo…Berwisata ke Objek Wisata Alami, Mandin Putri Kembar di Mandiangin

  • Bagikan

MANDIANGIN – Objek Wisata di Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam, Mandiangin, Kecematan Aranio, Kabupaten Banjar, semakin berkembang.  Salah satu objek wisata yang mulai dikembangkan adalah Objek Wisata Mandin Putri Kembar.

Menurut penuturan Kasubag TU Tahura Sultan Adam, Lilis Nurhayati kepada wartawan koranbanjar.net, pengelola Tahura Sultan Adam melakukan renovasi kolam di Mandin Putri Kembar, dan membangun fasilitas seperti wc dan kamar ganti.

“Kami membuat dua wc dan dua kamar ganti, namun kami buat agak sedikit ke belakang agar memudahkan pengunjung yang bersantai di Mandin Putri Kembar,” tutur Lilis.

Selain itu Mandin Putri Kembar juga dibuat pengelola Tahura menjadi wisata yang bisa untuk semua umur, baik anak-anak maupun dewasa.

“Jadi kami membikinkan kolam Mandin Putri ini bertingkat, jadi ada kolam yang cukup dalam, adapula kedalamannya cukup sedang. Jadi orangtuanya juga sekaligus bisa bercebur dan mengawasi anak,” tambahnya.

Kembali diperjelas Lilis, bahwa pengelola Tahura, membangun menjadi lebih bagus agar para pengunjung tidak terfokus pada satu titik lokasi saja.

“Baru-baru ini kami membikin kolam baru, mungkin ke depan kami akan mencari CSR agar bisa bekerjasama mebina Tahura menjadi lebih baik dan baik lagi,” tutur Lilis.

Lilis Nurhayati mengimbau kepada pengunjung yang datang agara tidak membuang sampah sembarangan, terlebih sampah plastik.

“Selain sampah, juga kami mohon menjaga tangannya agar tidak mengotori fasilitas dengan mencoret-coret dan juga menyayat pohon, marilah kita jaga hutan kita ini,” ujarnya.

Seementara itu, pengunjung asal Pelaihari, Rahmawati (27) mengakui perubahan Tahura yang dulu dengan sekarang sangat drastis, yakni lebih baik.

“Harusnya para pengunjung jangan meninggalkan sampah mereka di gunung, harusnya pengunjung berinisiatif membawa kantong plastik sendiri agar sampah yang mereka bawa bisa dimasukkan di kantong plastic, agar bisa dibawa turun. Lagipula sudah disediakan tempat sampah, namun masih saja tidak ditaati,” tutup Rahmawati.(sen)

  • Bagikan