Kota Banjarmasin

Atasi Kemarau dan Banjir, Pembangunan Skat Kanal dan Sumur Bor tak Mencapai Target

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Tibanya musim hujan sudah tentu membutuhkan konstruksi pengaturan air agar tidak menimbulkan dampak genangan terhadap kawasan-kawasan tertentu. Sebaliknya, tiap musim kemarau, banyak daerah yang membutukan air untuk mengairi berbagai lahan, khususnya kawasan-kawasan pertanian.

Nah, terkait dengan hal tersebut, Badan Restorasi Gambut (BRG) beserta Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD), melaksanakan beberapa program yang dapat menanggulangi kondisi-kondisi tibanya dua musim itu dalam anggaran 2018.

BRG melalui TRGD, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat dan Revitalisasi Fakultas Kehutanan Unlam, membangun Sumur Bor dan Skat Kanal (Tabat) di beberapa wilayah Kalimantan Selatan.

“Dalam perkembangannya pembangunan skat kanal sudah rampung 100 persen, tetapi jumlah skat kanal yang dibangun tidak mencapai target,” ujar Ketua TRGD Kalsel, Saut Nathan Samosir saat wawancara dengan beberapa wartawan media di kantor TRGD Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km 7,6, di Perumahan Citra Land Kabupaten Banjar, Kamis (20/12/2018).

Ia mengungkapkan, pembangunan skat kanal ditargetkan berjumlah 202, yang terlaksana hanya 68 skat kanal. Sedangkan untuk sumur bor yang ditarget berjumlah 354, namun terlaksana sekitar 59 %. Mudah-mudahan sampai akhir bulan 100% sumur bor akan terbangun.

Masih menurut Samosir, lokasi pembangunan skat kanal ada di Desa Batu Mandi Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan, Pulau Damar Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah. Kemudian untuk sumur bor dibangun di Hulu Sungai Utara dan Tabalong dengan jumlah desa ada 7 kurang lebih 354 sumur bor dan revitalisasi ekonomi ada 10 paket di tiga Kabupaten,Balangan , Tabalong dan HSU.

Ketika disinggung mengenai Kota Banjarbaru ynag tidak mendapat pembangunan sumur bor, karena Banjarbaru belum masuk Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).Tahun 2018 sedang diajukan supaya Banjarbaru masuk kawasan Hidrologis Gambut.

“Mudah-mudahan tahun 2019 kita sudah program bahwa Banjarbaru nanti kita alokasikan antara 100 sampai 150 sumur bor di beberapa desa di dua kecamatan,” pungkasnya.(al/sir)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close