Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara
Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat” di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (14/10/2021) pukul 14.00 Wita.

HSU Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Pongki Barata yang membahas tentang “Hak Cipta”

“Hak cipta ini merupakan hak moral ataupun hak ekslusif. Saya sebagai pencipta lagu ketika lagu saya digunakan oleh orang lain tanpa menampilkan siapa penciptanya saya berhak menuntut hak cipta saya,” tegasnya

“Setiap sebuah karya dalam bentuk apapun entah itu musik, gambar, maupun hal yang lainnya itu memiliki hak cipta. Kita tidak boleh sembarangan mengambil karya orang lain di internet tanpa menampilkan nama si pencipta karena itu merupakan bentuk cara kita untuk menghargai karya orang lain,” tuturnya

Narasumber kedua, Irwan Rozanie yang membahas materi tentang “Budaya Digital”

Ia memaparkan, budaya merupakan sesuatu yang sudah berkembang dan sudah menjadi kebiasaan yang sulit dirubah.

“Strategi untuk melakukan pembelajaran di era digital kita harus tahu bagaimana membantu siswa untuk belajar, memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang dan berprestasi, membumikan pendidikan karakter, menciptakan lingkungan pendidikan ramah anak, dan mendorong kesadaran anak untuk cakap teknologi atau internet,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Diza Refengga yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Jarimu Harimaumu”

“Semakin berkembangnya zaman, etika dalam dunia digital pun muncul. Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari, tentu dalam dunia digital etika pun harus diperhatikan. Di era digital ini ada istilah jarimu harimaumu, yang artinya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita ketik di dunia digital karena bisa menjadi hal positif maupun negatif yang harus dipertanggung jawabkan nantinya,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Herry Fitriyadi yang meyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”.

“Kemajuan TIK mendorong transformasi digital. Digitalisasi memungkinkan banyak pelaku usaha untuk melakukan usaha mereka lebih efisien, dan menciptakan pekerjaan baru termasuk di sektor tradisional. Teknologi utama saat ini, seperti Internet of Things, jaringan 5G, Cloud computing, Big data analytic, dan blockhain,” Pungkasnya (lala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *