Warga Desa Rampa di Kotabaru Kesulitan Atasi Sampah

oleh -687 views
Tumpukan sampah di kawasan padat penduduk, Desa Rampa yang berada dipinggir laut (foto: icah/koranbajar.net)

KOTABARU, KORANBANJAR.NET – Warga Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, kesulitan mengatasi tumpukan sampah yang bertebaran dikawasan pemukiman, yang berada dipinggir laut tersebut.

Kepala Desa Rampa, Syamsir Alam kepada KoranBanjar.net, Selasa (5/3), mengakui, pihaknya tidak bisa mengatasi sampah tanpa bantuan pihak lain.

“Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah daerah. Karena untuk mengatasinya sendiri, kami tidak mampu,” katanya.

Desa Rampa merupakan kawasan pemukiman padat penduduk yang dihuni mayoritas etnis Bajau Samma.

Hamparan sampah yang mengapung, menutupi kawasan Desa Rampa di Kotabaru (foto: icah/koranbanjar.net)

Warga setempat terbiasa membuang sampah ke bawah rumah mereka yang berada diatas permukaan air, hingga mengapung dan memenuhi kawasan pemukiman tersebut.

Seluruh aktivitas kehidupan penduduk Desa Rampa terkait erat dengan laut yang menjadikannya unik, sehingga oleh pemerintah daerah setempat dicanangkan sebagai kampung wisata.

Atas pencangangan tersebut, ujar Syamsir Alam, pihaknya sangat setuju dan memiliki harapan yang besar bagi kemajuan Desa Rampa.

“Tapi percuma saja dicanangkan sebagai kampung wisata bila masalah sampah yang terjadi saat ini, tidak segera diatasi,” ujarnya.

Diharapkan, sebelum proses pencanangan sebagai kampung wisata, masalah sampah di desa tersebut sudah bisa diatasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) setempat, Arif Fadilah, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah dan strategi untuk mengatasi masalah sampah di Desa Rampa.

“Kita sudah mempersiapkan pemasangan jaring dibeberapa titik rawan penumpukan sampah di Desa Rampa,” katanya.

Selain itu, ujarnya, juga telah disiapkan armada angkutan untuk mengakomodir sampah buangan warga Desa Rampa.

“Bahkan kita sudah melakukan perekrutan terhadap warga setempat untuk menjadi petugas kebersihan, khusus menangani masalah sampah di Desa Rampa,” ujarnya.

Saat ini diakui, strategi penanganan sampah di Desa Rampa sudah berjalan dan mulai terlihat perubahannya.

Warga Desa Rampa bersama petugas kebersihan setempat, bahkan sudah menjadwalkan kegiatan gotong royong yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. (cah/ndi)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan