Sisi Lain PSK Online Banjarmasin, Berprofesi Sejak Usia 14 Tahun, Pernah Satu Sel Dengan Orang Gila

  • Bagikan
Sebuah hotel di Banjarmasin dengan foto Melati -bukan nama sebenarnya,- (foto:koranbanjar.net)
Sebuah hotel di Banjarmasin dengan foto Melati -bukan nama sebenarnya,- (foto:koranbanjar.net)

Menjadi seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) tentunya bukan pekerjaan yang dicita-citakan. Banyak wanita yang akhirnya terperosok dalam dunia “pemuas nafsu hidung belang”  menjadi PSK karena disebabkan banyak faktor. Mulai soal ekonomi, mengalami pukulan berat akibat cerai di usia pernikahan dini, hingga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Salah satu faktor itu dialami seorang PSK Online di Banjarmasin, sebut saja namanya Melati – bukan nama sebenarnya, red-.  

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Kali ini media online koranbanjar.net menurunkan liputan khusus, sebuah liputan investigasi tentang sisi lain kehidupan wanita PSK Online di Banjarmasin.

Sabtu, (18/4/2021), reporter koranbanjar.net telah mengatur janji untuk melakukan sesi wawancara dengan seorang wanita PSK Online dengan nama samaran Melati, di sebuah hotel yang beralamat di Jalan KS Tubun, Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Melati berusia 19 tahun, dia tinggal di sebuah permukiman yang cukup padat di kawasan Jalan Kelayan B, Kota Banjarmasin. Sabtu malam, (18/4/2021), sekitar pukul 20.00 WITA, koranbanjar.net bertemu di sebuah hotel lantai II kamar 218.

Awal pertemuan koranbanjar.net dengan Melati didahului dengan perbincangan dan janji melalui pesan online Whatsapp. Sampai berikutnya, Melati bersedia bertemu di tempat yang sudah disepakati sebelumnya.

BACA JUGA ; Bisnis “Esek-esek” di Eks Lokalisasi Pembatuan Masih Terjadi, Lima PSK Diamankan 

Di dalam kamar 218 pada malam itu, Melati ditemani seorang perempuan yang berusia sekitar umur 40 tahun. Wanita itu tidak lain adalah tante dari Melati. Memasuki kamar, reporter memulai obrolan kecil dengan Melati.

Rupanya Melati menjawab keraguan reporter tentang wanita paruh baya yang baru saja keluar kamar tadi. Dia menegaskan, bahwa perempuan tersebut adalah tentenya yang memang sudah mengetahui profesi yang dilakoninya saat ini.

“Kadapapa ka ai, itu acil ulun sidin stay di sini jua – nggak papa kak, itu tante saya, beliau stand by di sini juga, red–“, ungkapnya.

Sebagaimana wanita yang masih berusia 19 tahun, Melati memiliki paras yang cantik dan imut-imut. Malam itu dia mengenakan pakaian yang cukup seksi, rok mini bercorak hitam bergaris, dan kaos berwarna kuning dengan bagian dada agak terbuka. Rambutnya panjang terurai dibelah oleh bahunya.

BACA JUGA ; PSK Nyaris Telanjang Dengan Seorang Pria Digerebek Di Kamar Mucikarinya

Obrolan ringan berlangsung di ruang kamar itu, Melati menceritakan, bahwa dia menjadi PSK sudah selama 5 tahun atau sejak berusia 14 tahun. Dia stay atau hanya menggunakan hotel tersebut. Sebelumnya, Melati menjalani kehidupan yang normal, bahkan dia sudah pernah menikah tiga kali, kemudian sampai sekarang menjadi janda juga tiga kali. Dari hasil pernikahannya itu, sekarang dia memiliki satu orang anak. Saat ini, dia tidak ingin lagi menjalani hidup berumah tangga, karena trauma gagal membina rumah tangga sebanyak tiga kali.

“Ulun trauma kawin, ulun nih ka ai tiga kali janda, anak 1 orang. Sudah lima tahun lun begawi (bekerja) ini, lun menggawi ini karena lun harus menafkahi anak ulun, lawan jua ulun sudah jara kawin nih selalu diumpati (dicampuri) sama mintuha (mertua),” ungkapnya.

Melati -bukan nama sebenarnya. (foto: dok pribadi)
Melati -bukan nama sebenarnya. (foto: dok pribadi)

Menyinggung tentang penghasilan selama bulan suci Ramadan ini, Melati mengungkapkan, selama Ramdan tamu sepi, penghasilan pun menurun drastis. Karena siang hari dia tidak bisa beroperasi. “Siang kan puasa, biasanya dapat satu juta, sekarang cuma Rp300 sampai dengan Rp400 ribu sehari,” katanya.

BACA JUGA; “Bisnis Lendir” Anak di Bawah Umur Terbongkar, Korban Layani 5 Lelaki Semalam Usai Nyabu

Setelah cukup lama diajak bicara, rupanya Melati ingin cepat-cepat menunaikan “tugasnya” melayani berhubungan intim. Akan tetapi, dengan berbagai dalih, reporter koranbanjar.net bisa mengulur waktu untuk terus berbincang-bincang.

Kemudian di sela perbincangan itu, Melati masuk ke kamar mandi, kemudian keluar dengan mengenakan handuk setengah dada. Melati kembali meneruskan ceritanya, sambil duduk di atas ranjang. Dia mengaku, selama berprofesi sebagai PSK, pernah terjaring razia Satpol PP, kemudian dibawa ke lembaga binaan di Jalan Lingkar Selatan, “Ulun pernah kena razia, imbah itu kami dimasukkan ke dalam sel yang tergabung dengan orang gila jalanan,” tuturnya.

BACA JUGA ; Mengungkap Dugaan Prostitusi di Warung Jablai Tambang Ulang, Begini Pengakuan PSKnya

Setelah itu Melati menghentikan ceritanya, kemudian mulai memaksa untuk segera melakukan hubungan intim. Kembali dengan berbagai dalih, reporter media ini meminta pamit dan membatalkan kesepakatan, namun tetap memberikan tips sebagai jasa telah menceritakan kehidupannya selama berprofesi menjadi PSK.(mj-33/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *