Seorang Relawan Emergency Jadi Mualaf, Syahadatnya Dituntun Guru Zuhdi

Guru Zuhdi (duduk berhadapan dengan Hendry Yulius), memimpin doa bersama usai menuntun kalimat syahadat Hendry, di Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kamis (11/7).

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Suasana haru seketika dirasakan para jamaah Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin usai melaksanakan salat Magrib, Kamis (11/7/2019). Sebab, saat itu ada seorang warga Jalan Sutoyo S Gang 20, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin, Hendry Yulius, mengucap kalimat syahadat.

Lafalan kalimat syahadat Hendry langsung dituntun salah seorang ulama tersohor di Kalsel, Ahmad Zuhdianoor, atau yang sering dikenal dengan sebutan Guru Zuhdi, serta disaksikan seluruh jamaah masjid.

Usai melafalkan kalimat syahadat, pria berusia 20 tahun yang saat ini aktif menjadi anggota Komunitas Gabungan Emergency (KGE) Kalsel di Banjarmasin itu merasa lega.

“Perasaan saya sekarang sangat lega dan plong sekali. Sungguh tidak terbayangkan sebelumnya merasakan seperti ini,” tuturnya usai prosesi pembacaan syahadat.

Hendry Yulius.

Hendry mengakui selama ini agama Islam telah membuatnya merasa nyaman. “Sebenarnya keinginan saya masuk Islam ini sudah lama, hanya saja baru sekarang bisa terlaksana,” ungkapnya.

Ketua Umum KGE Kalsel, Agus Salim, yang saat itu turut menyaksikan Hendry menjadi mualaf, mengaku bangga. “Saya turut bangga sekaligus bahagia karena CL (panggilan akrab Hendry) sekarang sudah menjadi muslim,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan anggota KGE lainnya, Riski Nazmi, warga Anjir, Kabupaten Barito Kuala.

“Saya juga turut bahagia karena sahabat sekaligus kawan saya di satu komunitas (KGE) sekarang menjadi mualaf. Semua kawan-kawan yang lain juga pasti bahagia, terharu dan bangga pada Hendry,” ujar Riski.

Setelah pembacaan kalimat syahadat, Hendry juga diberi nama baru. Dia diberi nama Muhammad Ab’du dari Guru Zuhdi. (mdr/dny)

BeritaTerkait

BACA JUGA

No Content Available