, ,

Reka Ulang Pembunuhan Pasar Kasbah, 16 Adegan Diperagakan

oleh -375 views
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin tengah Ipda I Gusti Ngurah Utama Putra memimpin proses reka ulang kasus pembunuhan. (foto:mb/ist/leon/koranbanjar.net)
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin tengah Ipda I Gusti Ngurah Utama Putra memimpin proses reka ulang kasus pembunuhan. (foto:mb/ist/leon/koranbanjar.net)

Penyidik Polsek Banjarmasin Tengah, Polresta Banjarmasin Polda Kalimantan Selatan melaksanakan rekontruksi (reka ulang) perkara pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban bernama Agus Syarwani alias Agus Banteng (56), Rabu (25/11/2020).

BANJARMASIN, koranbanjar.net –
Ada 16 sesi adegan yang diperagakan pada insiden di Pasar Kasbah, Jalan Pangeran Antasari Pasar Baru Banjarmasin Tengah, Jumat (4/9) dua bulan lalu.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Saat rekontruksi, penyidik menghadirkan dua orang tersangka, Ramli alias Utuh Kijip (38) dan tersangka Supian alias Badil (37) disertai saksi-saksi.

“Kita lakukan rekontruksi kasus pengeroyokan oleh tiga orang tersangka, menyebabkan korbannya tewas,” ujar Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Irwan Kurniadi, melalui Kanit Reskrim Ipda I Gusti Ngurah Utama Putra.

Menurutnya, ada 16 adegan yang diperagakan, dari awal hingga terjadinya insiden pengeroyokan yang terjadi di Pasar Pedagang barang- barang bekas tersebut.

“Satu pelaku masuk DPO (Daftar Pencarian Orang), yaitu Hasan ayah tiri tersangka Utuh Kijip, pelaku utama ini terus diburu, jadi pelaku semua ada 3 orang,” kata Kanit Reskrim.

Untuk motif pembunuhan, lanjut I Gusti Ngurah, terus didalami, karena akar permasalahan dengan korban adalah pelaku DPO Hasan yang diduga memprovokasi anak tirinya hingga insiden pengeroyokan terjadi.

Terpisah, Kuasa Hukum kedua tersangka dari LKBH Unlam M Yuliansyah mengatakan, kliennya Utuh Kijip sama Badil diduga diadu domba DPO untuk melukai korban.

“Hasan diduga telah hasut Kijip dan Badil menyerang Agus,” ucap M Yuliansyah.

Diketahui, terjadinya pengeroyokan itu diawali saat Utuh duduk bersama Badil dan satu temannya Adul di Pasar Kasbah, lalu datang Hasan dan mengatakan kalau korban menantangnya berkelahi dan mau memukul ibunya Rasiyah.

Beberapa jam kemudian tiga pelaku mendatangi Agus Banteng, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan.

Korban tewas akibat di pukul pakai Godam dan sejumlah bacokan senjata tajam. (sam/ris/mb/yon)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *