oleh

Puluhan Supir Taksi Kuning Ngluruk Ke Rumah Banjar, Minta Belas Kasihan Dewan

Puluhan Supir Angkot Taksi Kota(Taksi Kuning) ngluruk berkumpul ke rumah wakil rakyat Provinsi Kalimantan Selatan atau Rumah Banjar, Senin (11/5/2020) pagi.

BANJARMASIN, KoranBanjar.net – Maksud kedatangan bapak-bapak yang sudah berumur ini, kemungkinan supir senior adalah ingin meminta perhatian DPRD Kalimantan Selatan terkait bantuan terdampak wabah Corona(Covid-19).

Koordinator, Muhammad Helmi kepada KoranBanjar.net, mengatakan kedatangannya bersama para supir hanya ingin minta perhatian dan belas kasihan wakil rakyat yang duduk di kursi Dewan Kalsel pada Rumah Banjar tersebut.

Menurut Helmi, sejak terjadinya wabah Corona hingga diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar?PSBB) tahap 1 dan 2, para supir taksi kuning yang memiliki basis di Pasar Sentra Antasari ini sama sekali tidak mendapatkan Bantuan Sosial(Bansos).

“Selama wabah ini terjadi, kami tidak pernah mendapatkan Bansos, makanya kami kesini mempertanyakannya, sekaligus meminta perhatian dan belas kasihan bapak-bapak dewan atas nasib kami saat ini, siapa tahu ada yang perduli, karena mereka adalah wakil rakyat,” ungkap Helmi.

Diceritakan, sejak diberlakukan PSBB di Kota Banjarmasin, omset pendapatan supir taksi kota menurun drastis 90%, bahkan dikatakan Helmi hampir 100%.

Karena menurunnya jumlah penumpang, bisa dikatakan dalam satu minggu, paling-paling 3 hari yang aktif, selebihnya taksi banyak nganggur, sedangkan perlu diketahui jumlah anggota termasuk pengurus taksi kuning ini berkisar kurang lebih 200 anggota.

“Bayangkan aja Pak, seumur hidup selama jadi supir taksi, baru kali ini hasil menarik penumpang cuman 15 ribu rupiah yang dibawa pulang ke rumah, ada yang bahkan tidak ada membawa hasil, sedangkan taksi kita menyewa, belum lagi bayar sewanya, bayangkan pian, penumpangnya yang ditarik tidak ada,”tuturnya dengan mata terlihat berkaca-kaca.

Tadinya kedatangan Helmi bersama puluhan kawan-kawannya ke Gedung DPRD Kalsel, ingin mempertanyakan Bantuan Sosial(Bansos) yang selama ini tidak mereka rasakan dan ingin mengadu dengan salah satu anggota DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri.

Mengapa demikian, Helmi menjelaskan karena mereka melihat dan membaca statemen Rosehan dalam sebuah koran.

Ketika ditanya seperti apa statemen yang diungkapkan Rosehan, Helmi menyampaikan ” katanya kalau ada warga Banjarmasin yang belum mendapatkan Bansos, bisa datang ke DPRD Kalsel, beliau siap membantu,,” kata Helmi.

Lanjut, ujar Helmi, para supir hanya ingin mempertanyakan hal itu, sembari berharap perhatian anggota wakil rakyat lainnya.

“Kami berharap mudah-mudahan para bapak-bapak wakil rakyat yang duduk disini memperhatikan nasib kami, dan Bansos yang saat ini sangat kami harapkan, agar dapat meringankan beban kami,” harapnya.

Sementara, Rosehan Noor Bahri atau yang biasa diangkat MRB ketika ingin dikonfirmasi, hingga usai wawancara dengan para supir, belum juga datang.

Berikut pernyataan Rosehan Noor Bahri salah satu anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai PDIP ini yang dimuat di media beberapa hari yang telah lewat.

Ia juga menyampaikan kepada warga Kota Banjarmasin yang berhak menerima bantuan namun tidak menerima haknya, dapat melaporkan langsung ke DPRD Kalimantan Selatan atau kepada dirinya.

“Saya siap membantu warga Kota Banjarmasin agar mendapatkan keadilan untuk mendapatkan bantuan santunan,” ungkapnya.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: