Polda Kalsel Kirimkan 5 Tenaga Medis ke Palu

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Empati terhadap korban akibat bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) lalu, juga dirasakan jajaran Polda Kalsel.

Demi meringankan beban para korban gempa dan tsunami tersebut, jajaran Polda Kalsel mengirimkan 5 orang tenaga medis ke Kota Palu, yang nantinya akan bergabung dengan paramedis lainnya untuk menangani permasalahan kesehatan, indentifikasi dan pertolongan para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Kapolda Kalsel, Inspektur Jenderal Yazid Fanani mengatakan kepada wartawan, untuk sementara ini, 5 orang tenaga medis yang dikirim itu terdiri dari satu dokter ahli bedah dan empat orang perawat.

Hal itu ia sampaikan dalam wawancaranya kepada para wartawan saat meninjau kapal besi pengangkut BBM jenis solar ilegal yang sedang diamankan di Pangkalan Polair, Jalan Teluk Tiram Laut, Banjarmasin, Selasa (2/10) kemarin.

Ketika ditanya mengapa hanya mengirimkan tenaga medis, Kapolda menjelaskan, itu hanya bantuan awal yang rencananya akan disusul dengan bantuan-bantuan lainnya.

“Dalam waktu dekat ini, kita juga akan kirim bantuan materil baik berupa sembako, uang dan lain sebagainya,” jawabnya.

Yazid menerangkan, bantuan yang telah dan akan dilakukan ini, tidak lepas dari instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, yang memerintahkan Polda di seluruh Indonesia agar dapat memberikan bantuan untuk korban bencanan alam di Palu dan Donggala.

Rencananya, Polda Kalsel akan bekerja sama dengan jajaran Polres di setiap daerah yang ada di Kalsel untuk mengumpulkan barang bantuan dalam bentuk apapun yang kemudian nantinya akan digabung di Mapolda Kalsel sebelum dikirimkan.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati kita terhadap saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah, yaitu Palu dan Donggala yang sedang tertimpa musibah gempa dan tsunami. Mudah-mudahan bantuan yang kita kirim dapat meringankan dan mengurangi penderitaan saudara kita di sana,” harapnya. (al/dny)