Baznas

Penyanyi Cafe Eat Chantix Banjarmasin, Ternyata Mantan Peserta LIDA 2020

  • Bagikan
Fidhatul Jannah.(foto: dok)
Fidhatul Jannah.(foto: dok)

Gadis remaja penyanyi Live Musik Eat Chantix Cafe & Resto bernama Fidhatul Jannah ternyata pernah mengikuti ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020 sebagai perwakilan dari Banjarmasin.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Gadis berusia 19 tahun, Fidhatul Jannah kepada media ini, Sabtu (19/6/2021) mengemukakan alasannya tertarik menjadi penyanyi di cafe yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banua Anyar Banjarmasin itu.

“Awalnya saya direkomendasikan Pak Pandi mengisi acara live musik cafe Eat Chantix sebagai penyanyi panggilan, setelah berjalan beberapa hari, saya disuruh pemilik cafe datang setiap hari, bernyanyi menghibur para pengunjung hingga sampai sekarang,” tuturnya.

Mengapa tertarik mengambil tawaran nyanyi di cafe yang terbilang baru berdiri, Fidhatul mengungkapkan, selain ramah juga santai dan penyanyi tidak terlalu diatur.

“Juga mengisi waktu karena kuliah juga daring sekaligus menambah pengalaman bernyanyi, itung – itung menambah wawasan dan ilmu tentang musik, selain pemilik cafe yang juga ramah,”  ujar gadis yang baru menempuh kuliah di Universitas Negeri Jogyakarta jurusan musik semester II ini.

Tahun 2020, anak perempuan pasangan Muhammad Saleh dan Herlina ini, pernah mengikuti ajang Liga Dangdut Indonesia (LiDA) Indosiar. Bahkan sempat melewati tahapan-tahapan hingga sempat diberangkatkan ke Jakarta dan bertamu dewan juri artis, seperti Nazar, Inul Daratista serta juri artis lainnya.

Fudhatul mengikuti seleksi LIDA Indosiar 2020 di salah satu hotel di Banjarmasin. Setelah dari situ, dia hanya pasrah karena bersaing dengan ribuan penyanyi dangdut lokal lainya yang mengikuti kontes tersebut.

Hanya berbekal suara dan keahlian memainkan gitar musik kesenian daerah yakni musik panting, tak diduga Fidhatul dihubungi pihak Indosiar menuju Ibu Kota.

“Namun mungkin tidak ada rejeki saya, keinginan mengabulkan harapan kedua orang tua menjadi artis LiDA kandas hanya sampai di situ,”  ceritanya.

Ditanya apakah masih berkeinginan mencoba mengadu nasib mengikuti ajang pencarian bakat sebagai penyanyi dangdut baik melalui KDI maupun LiDA,  gadis yang bercita – cita ingin menjadi artis ini mengaku.memiliki tekad bulat ingin terus mencoba jika ada audisi dari kedua ajang kontes penyanyi dangdut bergengsi di Indonesia.

Pernah meraih juara 1 Festival Musik Remaja katagori SMA/SMK se Kalsel.
Pernah meraih juara 1 Festival Musik Remaja katagori SMA/SMK se Kalsel.

“Namun saat ini saya sedang mendalami ilmu tentang musik dulu, termasuk nyanyi, kalau sudah mengetahui teknik musik dan nyanyi maka insya Allah saya pasti maju kembali,”  ungkap gadis kelahiran Banjarmasin 2002 ini.

Anak gadis dari seorang ayah yang hanya sebagai guru honorer di salah satu sekolah dasar di Banjarmasin ini, berharap kepada pemusik di Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin, agar teruslah berkiprah dan ditingkatkan, karena menurutnya pemusik lokal di Kalsel banyak yang berbakat dan bagus.

“Di samping itu juga perlu sekali mengangkat musik budaya daerah Kalsel, karena musik daerah Kalsel sangat unik,” katanya.

Ditanya mengenai kehidupan pribadi, gadis penyuka tawa ini mengaku tidak ingin berpikiran tentang cowok. Dirinya ingin lebih fokus belajar dan berkarya.

“Tidak ada kepikiran mas, soalnya banyak juga yang saya pikirkan khususnya tentang bakat dan pendidikan saya, gak ada waktu mikir hal begitu,”  tutupnya.(yon/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *