BNN

Penumpang Ferry KMP Jembatan Musi Keluhkan Pihak Berwenang, Evakuasi Barang Lambat

  • Bagikan

Sejumlah penumpang kapal Ferry KMP Jembatan Musi II mengeluhkan lambatnya penanganan evakuasi barang berharga milik pribadi yang terdapat di kapal ferry tersebut. Di antaranya, seperti mobil, motor dan lainnya.

TANAH BUMBU, koranbanjar.net- Satu penumpang, I Putu Suana, merasa akibat kandasnya kapal Ferry tujuan dari Tanah Bumbu – Kotabaru di wilayah Timur Pulau Sewangi tersebut membuat waktunya terbuang sia-sia.

“Kalau kita sih sudah pasti sebagai sopir ini waktu terbuang. Nyata pekerjaan kita ini selama ini berapa hari sudah tidak jalan, kerugian kita ini banyak juga secara materil,” ungkapnya di sela menyaksikan para petugas dari evakuasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan lainnya.

Penumpang lainnya, Nyoman Nata hanya bisa berpasrah, dan berharap agar pemilik kapal dapat memberikan bantuan.

“Semoga diberi santunan, atau bantuan karena waktu terbuang banyak, dan itu uang untuk memperbaiki mobil itu ’kan belum tentu uang pengganti asuransinya cukup,” tuturnya, saat ditemui di Pelabuhan Ferry Batulicin, Sabtu (8/5/2021) pagi.

Sekedar diketahui, kapal Ferry ini sudah kandas sejak Kamis (6/5/2021) dan, hingga Sabtu (8/6) masih belum ada kejelasan.

Terpisah, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Tanah Bumbu, Rona Wira mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya mengatasi permasalah tersebut.

Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Tanah Bumbu, Rona Wira saat ditemui sejumlah awak media.(Foto: Agus Hasanudin)
Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Tanah Bumbu, Rona Wira saat ditemui sejumlah awak media.(Foto: Agus Hasanudin)

“Kita sudah coba awalnya evakuasi itu melalui penarikan kapal, dengan prediksi memperkirakan pasang air mencukupi,” ungkapnya.

Awalnya, kata dia pihak manejemen kapal meminta tolong kepada KSOP untuk mediasi kapal yang menarik. “Saya laksanakan, saya bantu sehingga terjadi pertemuan dan terjadi lah pelaksanaan penarikan,” bebernya.

Itupun, penarikan kapal dilakukan sesuai dengan Standar Operasional (SOP). Namun, upaya tersebut itupun tidak membuahkan hasil.

“Diperkirakan karang muda cuma ini kan gosong ya, karang gosong ini luas yang dideteksi hanya di bawah kapal saja, yang lainnya ngga. Di saat kapal mulai di tarik ke kanan, belakang, samping, kapal tidak bergerak,” bebernya.

Padahal, sebelum dilakukan penarikan sudah dilakukan penyelaman terlebih dahulu, dan ia memastikan tidak ada karang apapun dibagian bawah kapal Ferry ini.

“Tapi di bawah clear (bersih) ya. Allah hu alam ya, kita percaya tidak percaya karena saya hal-hal seperti itu, saya beberapa kali mengalami,” tandasya.(ags/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + six =