MIRIS! Akibat Atap Bocor Bertahun-tahun, Kondisi SDN Kandihin Memprihatinkan

Dua anak warga setempat sedang duduk di dalam ruangan kelas 1 SDN Kandihin, Selasa (7/5) sore. Ruangan ini menjadi salah satu ruang kelas yang mengalami kerusakan terparah akibat bocornya atap dan plafon bangunan sekolah. (foto: yat/koranbanjar.net)

HULU SUNGAI SELATAN, KORANBANJAR.NET – Miris dan cukup memperihatinkan. Mungkin itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan kondisi empat ruang kelas di SDN Kandihin, Desa Halunuk, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) saat ini.

Keadaan memperihatinkan itu disebabkan karena bocornya atap serta plafon kelas yang memang telah lapuk akibat terpengaruh kondisi cuaca dan usia bangunan.

Dampaknya, bagian lantai ruang kelas menjadi rusak dan kotor karena sering terkena air hujan yang tembus hingga ke dalam kelas melalui lubang-lubang atap dan plafon yang bocor. Bahkan sejumlah meja dan kursi belajar murid pun menjadi lapuk dan tak layak pakai karena ikut terdampak kebocoran.

Pantauan langsung koranbanjar.net, Selasa (7/5/2019) sore, dari empat ruang kelas yang mengalami kebocoran atap, kerusakan terparah akibat terdampak kebocoran terjadi di kelas 1 dan 4.

Lantai ruang kelas SDN Kandihin menjadi kotor karena sering basah terkena air hujan yang tembus melalui atap bangunan sekolah. (foto: yat/koranbanjar.net)

Saat dikonfirmasi langsung, salah satu guru SDN Kandihin, Muhammad Yusuf mengatakan kondisi memperihatinkan di sekolahnya itu sudah berlangsung sejak lama tanpa ada perbaikan hingga kini.

“Kerusakan atap dan plafon kelas sudah berlangsung dari sekitar empat atau lima tahunan yang lalu,” katanya kepada koranbanjar.net.

Akibatnya, diceritakan Yusuf, kegiatan belajar murid kelas 1 hingga 4 menjadi terganggu, terlebih jika sedang hujan.

“Apabila sedang hujan, posisi duduk para murid dalam kelas terpaksa harus saling berdempetan agar mereka tidak basah,” ujarnya.

Sebaliknya, jika sedang tidak hujan maka sinar matahari yang tembus ke dalam kelas yang akan mengganggu kegiatan belajar. Meski begitu, dikatakan Yusuf, setiap harinya kegiatan belajar tetap terus dijalankan.

Menurut Yusuf pihak sekolah sudah melaporkan perihal kerusakan ruang kelas tersebut ke dinas terkait sekitar dua tahunan lalu, dan sudah dilakukan pemeriksaan kerusakan bangunan secara langsung.

Masih menurut Yusuf, dari hasil laporan dan pemeriksaan tersebut, saat itu perbaikan bangunan ruang kelas sekolah dijanjikan di tahun ini. Namun hingga kini rencana tersebut belum juga dilaksanakan.

Kemudian berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah belakangan, Yusuf mengungkapkan perbaikan ruang kelas sekolah di tempatnya mengajar itu tertunda hingga 2020 medatang karena masih ada sejumlah perbaikan bangunan di sekolah lain yang belum rampung tahun ini.

“Tahun lalu juga katanya sedang diusulkan tapi yang datang malah hanya bantuan bangunan WC sekolah,” ungkapnya.

Sementara ini kegiatan belajar di SDN Kandihin terus berlangsung dengan segala keterbatasan ruang kelas yang rusak akibat terdampak kebocoran atap bangunan sekolah.

Pihak sekolah hanya bisa bersabar menunggu perbaikan yang telah dijanjikan meski kondisi rusaknya ruang kelas di SDN Kandihin sudah cukup memperihatinkan. (yat/dny)

BeritaTerkait