Merasa Janggal, Denny Indrayana Minta Bawaslu Investigasi Penghitungan Suara di Binuang

  • Bagikan
Denny Indrayana (peci hitam) bersama rombongan, saat rapat pleno penghitungan suara di Kecamatan Binuang, Sabtu (12/12/2020). (Pengirim Foto: Sandy)

Calon Gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana bersama rombongan, mengahadiri rapat pleno penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel di Binuang, Sabtu (12/12/2020).

TAPIN, koranbanjar.net – Dalam rapat pleno itu, Denny bersama rombongan merasa janggal terhadap penghitungan suara yang ada. Sebab, menurut mereka, dalam penghitungan itu seluruh pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1.

Penghitungan itu diambil dari 10 TPS, di antaranya di wilayah Pualam Sari, Tungkap, Binuang, hingga Raya Belanti.

“Kami hari ini datang ke Binuang melihat rekap sekaligus mendalami fakta kejanggalan, di mana ada sejumlah TPS yang misal jumlah (pemilihnya) 300, semuanya hadir dan memilih satu paslon (Paslon nomor urut 1) saja. Nah hal itu menurut saya data statistiknya agak keluar dari kemungkinan, jadi rasanya itu mustahil,” ujar anggota tim pemenangan Denny Indaryana, Adi Parman.

Penghitungan cepat perolehan suara di wilayah Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang, Tapin di situs resmi KPU. (Foto: Tangkap layar situs resmi KPU)

Atas kejanggalan itu, dia menginginkan pihak Bawaslu Tapin melakukan investigasi. Meski demikian, Adi yang merupakan anggota DPRD Tapin itu tak menampik bahwa wilayah Binuang adalah basisnya pendukung calon Wakil Gubernur Kalsel Muhiddin. Pada Pilkada lalu, Muhidin juga memperoleh suara 100 persen di tempat kelahirannya itu.

Sementara petugas Bawaslu Tapin yang tak ingin namanya dikorankan mengatakan, tingkat partisipasi pemilih di Binuang memang cenderung tinggi. Jika ada warga setempat yang tidak hadir ke TPS, petugas penyelenggara biasanya melakukan jemput bola.

“Kalo kami lihat, masyarakat memang hadir semua dan mencoblos. Partisipasi pemilih di Binuang biasanya tinggi karena jika ada yang tidak hadir, pihak (KPPS) akan jemput bola, dan data DPT biasanya diperbarui setiap tahun,” ucapnya.

Sementara ini, berdasarkan penghitungan cepat perolehan suara versi 12-12-2020 22:15:05 di wilayah Tapin yang ditampilkan di situs resmi KPU, Paslon nomor urut 1 Sahbirin-Muhidin unggul sementara dengan 56,3% suara. Angka tersebut dihitung berdasarkan total data yang masuk sejumlah 39.304 suara. Sedangkan Paslon nomor urut 2 Denny Indrayana-Difriadi Darjat, memperloeh 43,7% suara dengan totdal 30.451 suara yang masuk. Khusus di wilayah Kecamatan Binuang, Sahbirin-Muhidin memperoleh 90,8% suara. Sedangkan Denny Indrayana-Difriadi Darjat memperoleh 9,2% suara. (MJ-031/dny)

NEWS STORY
  • Bagikan