,

Majelis Nur Arina Hadirkan Habib Zindan, Ceramahnya Bikin Merinding

oleh -698 views
CERAMAH - Ceramah agama Habib Zindan di Majelis Banjarmasin membuat merinding.(foto: leon)
CERAMAH - Ceramah agama Habib Zindan di Majelis Banjarmasin membuat merinding.(foto: leon)

Majelis Nur Arina Banjarmasin, Selasa, (19/01/2021) tadi telah melaksanakan kegiatan keagamaan dengan menghadirkan seorang penceramah dari ulama keturunan Rasulullah Saw, Habib Zindan Bin Smith.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Dalam ceramahnya yang membuat bulu kuduk merinding tersebut, Habib Zindan mengingatkan tentang berbagai bencana yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan.

Katanya, kalau maksiat sudah merajalela, maka Allah akan turunkan bala sebagai teguran agar manusia segera bertobat dan minta ampun kepadaNya. Bila bala sudah diturunkan, Allah tidak pandang bulu semua akan merasakan, apakah dia ahli ibadah atau ahli maksiat.

Disampaikan, musibah banjir yang melanda Kalimantan Selatan hendaklah dijadikan sebagai bahan instrospeksi bagi kita semua agar ke depan kehidupan kita jangan lagi bermaksiat kepada Allah SWT.

“Marilah kita semua beristighfar mohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan maksiat yang kita lakukan selama ini. Allah Maha Pengampun bagi hambaNya yang sungguh-sungguh bertobat,” ujarnya.

Habib Zein mengatakan, saat ini kemaksiatan semakin merajalela di sekitar kita, tidak hanya di luar rumah, namun sudah masuk ke dalam rumah.

“Banjarmasin terkenal dengan banyak ulama, namun kemaksiatan di mana – mana. Narkoba semakin marak, tempat hiburan malam terus beroperasi dan kemaksiatan lainnya dibiarkan merusak moral  terutama generasi muda kita,” cetusnya.

Habib Zein bin Smit mengatakan, ulama satu persatu diwafatkan Allah karena Allah lebih cinta pada mereka.

“Sebelum Allah mengazab satu kaum, maka Dia akan wafatkan dulu orang-orang yang dikasihiNya. Kita tahu sebalum musibah banjir besar ini datang beberapa habaib dan ulama telah dipanggil Allah terlebih dulu,” ujarnya.

Habib Zein berujar, semua kita mampu menjauhkan maksiat baik kepada diri sendiri maupun kepada keluarga kita dengan memperbanyak beristighfar, bersholawat dan selalu mengingat Allah.

“Semoga saudara-saudara kita yang kini lagi ditimpa kesusahan di pengungsian diberikan kesabaran dan ketabahan, diangkat derajatnya atas musibah yang ditimpakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Nur Arina Banjarmasin yang juga Ketua LSM Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel, Din Jaya mengatakan, sebagai LSM yang selama ini getol menyuarakan aspirasi masyarakat terus berupaya berjuang agar sarana yang mendatangkan kemaksiatan di Kota Banjarmasin bisa dihentikan.

“Kami sudah dari dulu meminta agar diskotik atau tempat hiburan malam ditutup atau tidak diberi izin lagi, karena diduga sebagai sarang narkoba dan tempat maksiat, namun upaya itu belum berhasil, mungkin petinggi di pemerintahan sudah masuk angin karena kita tahu di THM itu perputaran uangnya tidak sedikit,” ucapnya.(yon/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan