oleh

Kaum Waria Diundang Buat Hiburan, Kadis LH Banjarbaru Akui Salah

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kehadiran sejumlah transgender atau waria dalam acara halal bihalal pada Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Hari Raya Idul Adha 1440 hijriah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, belum lama tadi, telah mencoreng institusi Pemkot Banjarbaru.

Terlebih acara tersebut mengundang aksi protes dari pihak yang menamakan diri Ikatan Pemuda Santri Banjarbaru (IPSB) hingga menimbulkan polemik dan perdebatan di masyarakat. Bahkan kecaman IPSB muncul di beberapa media nasional.

Kadis LH Banjarbaru Minta Maaf Terkait Acara Halal Bihalal Mengundang Transgender

Tak mengherankan, keadaan itu membuat pihak Pemkot Banjarbaru cukup panik, sehingga secepatnya melakukan klarifikasi. Kejadian itu diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, murni karena kesalahan pihak mereka.

Menanggapi pemberitaan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Sirajoni didamping Kabag Humas Pemerintah Kota Banjarbaru Dedi Soetoyo, mengklarifikasi perihal permasalahan melalui jumpa pers, Kamis (15/8/2019).

Dikatakannya, hal itu murni kesalahan dia yang mengundang waria. “Itu konsep dari saya, karena itu awalnya acara internal kami yang ingin menghibur pegawai dan petugas kebersihan di sini,” ucapnya.
Dikatakannya juga, dirinya tidak ada niat untuk melegalkan kaum LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender). Kehadiran waria itu bertujuan hanya untuk menghibur pegawai di dinas tersebut.

“Konsepnya hanya untuk hiburan internal saja, para pegawa di Dinas Lingkungan Hidup. Kebetulan saja saat itu Walikota (H Nadjmi Adhani) dan Wakil Walikota (H Darmawan Jaya Setiawan) berhadir. Selepas acara, saya langsung ditegur karena kegiatan itu,” ungkap dia.

Konsep acara itu tersendiri, diutarakannya, diadakan sekaligus menyambut Hari Proklamasi ke-74 Kemerdekaan RI, yang juga diiringi bermacam perlombaan dari para pegawai. Sebagai penghibur, diundanglah belasan waria untuk menghibur petugas.

“Niat ingin menghibur para petugas kebersihan yang bekerja di lapangan. Sekaligus menyambut Kemerdekaan RI, maka acaranya kita gabung,” katanya.

Diakuinya bahwa kegiatan tersebut memang salah. Hal itu menjadi pembicaraan banyak orang di Banjarbaru bahkan menyebar ke seluruh Indonesia. Dirinya juga mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kejadian itu.

“Saya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup meminta maaf, ini murni kesalahan saya. Jangan salahkan ke Pemerintah Kota, ini murni kesalahan dari diri saya, saya yang bertanggung jawab,” kata Sirajoni. (maf/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: