Karena Digigit Ular, Kawit Alih Profesi Menjadi Penjual Kembang di Kuburan

  • Bagikan
Kawit dengan kembang jualannya, Sabtu (9/10/2021). (Foto: Juwita/koranbanjar.net)

Seorang penjual kembang di depan kuburan Muslimin Guntung Lua Kota Banjarbaru, Kawit (64) dulunya adalah seorang penggali sumur yang beralih profesi karena kakinya digigit ular.

JUWITA,Banjarbaru

SEMENJAK remaja Kawit sudah bekerja sebagai penggali sumur namun, sebuah musibah mengubah hidupnya.

Kawit mengatakan, bermula saat ia mengambil upah untuk membersihkan kolam ikan milik seorang warga, kemudian kakinya digigit ular yang membuatnya kehilangan kesadaran kurang lebih 12 jam.

“Setelah beberapa hari di rumah sakit ternyata kaki saya membengkak sangat besar yang kemudian dioperasi untuk membuang kotorannya,” tuturnya

Setelah itu ia menjalani pengobatan selama sekitar 2 tahun, lalu karena tidak ingin bergantung hidup kepada sang anak ia pun terpikir untuk berjualan kembang di kuburan.

Kata dia, penghasilan menggali sumur bisa Rp600.000 per hari sedangkan menjual kembang sekitar Rp400.000 itupun jika hari Jumat.

“Keuntungan yang didapat memang jauh berbeda dengan penghasilan menggali sumur, tapi saya tetap bersyukur Alhamdulillah tidak bergantung pada anak, hingga kini sudah 3 tahun menjual kembang, saya betah begini,” ucapnya.

Harga kembang yang dijualnya pun terbilang terjangkau karena dengan sekantor penuh bunga hanya dibanderol Rp10.000.

Adapun, jenis kembang yang nampak dijualnya yakni, mawar, melati, dan kenanga yang didapat dari kebunnya sendiri ada juga sebagian yang dibeli dari orang lain.

Kawit menambahkan, dirinya tetap bisa menerima tawaran menggali sumur namun tidak bisa maksimal seperti dulu dan harus ada yang menemani. (jwt/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *