Kaharingan Terancam Punah

oleh -94 views

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Kaharingan, kepercayaan yang dianut masyarakat adat Dayak Meratus di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini terancam punah, ujar Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) Borneo Selatan, Juliade.

Menurutnya, hal tersebut akan terjadi bila hutan di pegunungan Meratus beralih fungsi menjadi kawasan pertambangan atau kelapa sawit.

“Kepercayaan Kaharingan erat kaitannya dengan aktivitas keseharian masyarakat adat Dayak Meratus seperti merambah hutan, berhuma, berburu dan pelaksanaan upacara adat,” ujarnya kepada KoranBanjar.net di Banjarmasin, Jum’at (15/2).

Ia mengatakan, masuknya perusahaan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, membuat masyarakat adat Dayak Meratus tidak bisa lagi berinteraksi dengan hutan dan alam.

“Kawasan ladang dan huma yang beralih fungsi, menyebabkan pelaksanaan upacara adat tidak bisa lagi dilaksanakan. Artinya tidak bisa beribadah lagi,” katanya.

Hal tersebut, tambahnya, sangat bertentangan dengan UUD ’45 dimana telah diatur tentang kemerdekaan warga negara untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

“Karena itu, sangat penting dilakukan advokasi terus menerus untuk memperjuangkan penyelamatan kawasan pegunungan Meratus, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST),” tambahnya.

Kawan hutan pegunungan Meratus di HST saat ini terancam eksploitas pertambangan batu bara, menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor: 441.K/30/DJB/2017 dari Kementrian ESDM RI pada 4 Desember 2017 lalu, tentang Penyesuaian Tahap Kegiatan Perjanjian Karya Perusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT. Mantimin Coal Mining (MCM).

Sejak saat itu, gerakan penyelamatan kawasan Meratus terus digaungkan oleh berbagai kalangan, termasuk LPMA Borneo Selatan. (al.ndi)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan