oleh

Empat Mahasiswa Kalsel Terduga Terjangikit Corona Dipantau Selama 14 Hari

BANJARBARU, koranbanjar.net – Empat mahasiswa dari Kota Nanjing, Cina, asal Kalimantan Selatan (Kalsel), yang sempat diduga terjangkit virus corona saat tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Sabtu (8/2/2020), kini diserahkan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin ke Dinas Kesehatan.

Petugas Dinas Kesehatan akan memantau kondisisi mereka selama 14 hari. “Sudah kami serahkan semua ke Dinas Kesehatan untuk dipantau. Pemantauannya selama 14 hari. Itu karena suhu di Indonesia dengan Cina berbeda,” kata Kepala KKP Banjarmasin Ruslan Fajar, kepada Koranbanjar.net, Senin (10/2/2020) siang.

Jika selama masa pemantauan tak ditemukan virus corona, keempat mahasiswa itu baru dibebaskan pergi ke mana saja.

Sejauh ini, Rusian memang tak menampik kemungkinan keempat mahasiswa itu terjangkit virus corona.

“Daripada nanti lambat ketahuannya, jadi lebih baik kami mencegah dahulu. Kami sudah meminta empat mahasiswa itu tidak pergi ke fasilitas umum dulu selama 14 hari ke depan, walaupun saat ini mereka dinyatakan sehat,” terangnya.

Terkait suhu panas tubuh empat mahasiswa itu yang sebelumnya juga terdeteksi thermal scanner di bandara Cina, Thailand, dan Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), hingga sempat mendapat kartu waspada dari petugas bandara setempat, dikatakan Rusian, karena mereka saat itu sedang tidak enak badan akibat mengalami perbedaan suhu pada beberapa negara yang dilewati.


Baca juga: Kepala KKP Kasiani 4 Mahasiswa Kalsel Terduga Corona


“Saat diinterogasi, keempat mahasiswa itu ditanya sudah kontak ke mana saja dan lain sebagainya. Bahkan sudah ditensi. Tapi tidak ditemukan gejala (akibat terjangkit virus vorona) seperi flu, batuk, atau susah bernapas. Hasil observasinya semua sehat. Intinya semua sudah clear (beres). Keempat mahasiswa itu sejauh ini tidak terkontaminasi virus corona,” jelasnya.

Dia menyatakan, petugas KKP Banjarmasin tidak akan tinggal diam jika nanti menemukan kasus serupa.

“Kalau terdeteksi alat thermal scanner, dan ternyata memang benar sakit (terjangkit virus corona), maka petugas tidak akan melepasnya keluar bandara. Penderitanya langsung dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (ykw/maf/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan