,

Diduga Kesetrum, Satu Lagi Korban Banjir Meninggal di Antasan Martapura

oleh -1.567 views
ILUSTRASI - Korban banjir meninggal dunia akibat kesetrum. (foto:Lampung Post)
ILUSTRASI - Korban banjir meninggal dunia akibat kesetrum. (foto:Lampung Post)

Satu lagi korban banjir telah meninggal dunia diduga akibat kesetrum atau tersengat aliran listrik. Dia adalah Akhmad Abdullah (44), warga Desa Antasan Senor Rt 01 Rw 01 Kecamatan, Martapura Timur Kabupaten Banjar.

MARTAPURA, koranbanjar.net – Setelah seorang Katua RT di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk meninggal gara-gara kesetrum, kini hal serupa dialami Akhmad Abdullah.

Informasi yang diperoleh koranbanjar.net, Sabtu malam ini, (23/01/2021), meninggalnya Akhmad Abdullah bermula ketika sore tadi pukul 16.00 Wita, dia ingin membersihkan rumahnya yang masih terendam banjir setinggi 20 centimeter di Desa Antasan Senor.

Kemudian, sekitar pukul 17.00 Wita, tetangganya mendengar teriakan korban meminta tolong akibat terjatuh. Tetangganya itu bergegas mendatangi asal suara, ternyata korban sudah dalam posisi tertelungkup.

Warga setempat menduga, korban tersengat arus listrik, sehingga warga langsung mematikan KWH listrik rumah korban dan segera mengevakuasi korban.

Usai kejadian itu, sekitar pukul 17.15 Wita korban dibawa ke rumah sakit Ratu Zaleha Martapura, karena kondisi korban saat itu dalam keadaan pingsan, namun dia masih bernafas.

Tiga puluh menit kemudian atau pukul 17.45 Wita, korban menghembuskan nafas terakhir di RSUD Ratu Zaleha Martapura. Selanjutnya, pukul 18.00 Wita, korban dibawa ke rumah duka, yakni ke rumah saudaranya bernama H. Udin di Jl. Berlian Rt. 01 Pesayangan Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Korban yang diketahui anggota Emergency Banjar Respon (EBR) Kabupaten Banjar ini telah meninggalkan isteri bernama Nurhasanah dan dua anak, Muhammad Habibi (15 tahun) serta Muhammad Yahya
(9 tahun).

Warga setempat mengimbau kepada seluruh korban banjir, agar lebih berhati-hati saat akan membersihkan rumah yang kebanjiran atau setelah kebanjiran.

“Sebaiknya KWH listrik dimatikan terlebih dulu atau dalam posisi Off, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” ujar warga.(sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan